RI News Portal. Jakarta 26 Desember 2025 – Pasangan sutradara dan penulis skenario Mona Fastvold serta Brady Corbet kembali menghadirkan karya ambisius setelah kesuksesan “The Brutalist” tahun lalu, yang membawa Adrien Brody meraih Oscar sebagai Aktor Terbaik. Kali ini, Fastvold duduk di kursi sutradara, sementara Corbet ikut menulis naskah, untuk menghidupkan kisah nyata Ann Lee – pendiri sekte religius Shakers di abad ke-18. Hasilnya? “The Testament of Ann Lee”, sebuah drama musikal historis yang unik, penuh ekstasi spiritual dan penderitaan mendalam, dengan Amanda Seyfried sebagai bintang utama yang benar-benar memukau.
Film ini bukan musikal biasa seperti Broadway yang ringan dan menghibur. Ini adalah musikal religius abad ke-18, di mana lagu dan tari menjadi saluran bagi kegembiraan surgawi sekaligus siksaan batin Ann Lee. Berdasarkan himne-himne tradisional Shakers yang diadaptasi oleh komposer Daniel Blumberg (pemenang Oscar untuk skor “The Brutalist”), ditambah koreografi Celia Rowlson-Hall, setiap nomor musikal terasa organik dan intens. Seyfried, yang memerankan Ann Lee sebagai “Kristus wanita” yang visioner, bernyanyi dan menari dengan kekuatan yang luar biasa – penampilan karier terbaiknya yang membuat kita percaya pada kegilaan suci tokoh ini.

Kisah dimulai di Manchester, Inggris, tahun 1736, mengikuti masa kecil Ann yang miskin dan penuh penglihatan ilahi, hingga pernikahannya yang tragis (kehilangan empat bayi), dan akhirnya kepemimpinannya membawa pengikut menyeberangi Atlantik ke Amerika untuk membangun utopia berbasis kesetaraan gender, selibat, dan ibadah ekstasi. Fastvold membagi cerita menjadi bab-bab, dengan visual memukau yang ditangkap dalam format film lebar, mirip pendekatan “The Brutalist”. Adegan perjalanan laut yang mencekam atau kerusuhan massa yang membakar rumah komunitas terasa hidup dan mencekam.
Apa yang membuat film ini istimewa adalah visi artistik Fastvold yang tak kompromi. Ia tidak menilai Ann Lee dari perspektif modern, melainkan membenamkan kita sepenuhnya dalam keyakinannya – membuat kita merasakan ekstasi dan agoninya secara langsung. Seyfried adalah jangkar sempurna: dia bisa lembut sekaligus ganas, spiritual namun manusiawi. Dukungan dari Lewis Pullman sebagai saudara Ann dan Thomasin McKenzie sebagai pengikut setia juga kuat, tapi ini benar-benar pertunjukan satu wanita.
Baca juga : Menuju Penyelesaian Diplomatik: Pertemuan Zelenskyy-Trump dan Prospek Perdamaian di Ukraina
Tentu saja, film ini tidak untuk semua orang. Durasi 137 menit terasa panjang di bagian kedua yang lebih lambat, dan elemen grafis seperti adegan kelahiran serta kekerasan bisa mengganggu (rating R untuk konten seksual, ketelanjangan, dan kekerasan). Beberapa kritikus menyebut narasi terlalu meregang, tapi justru itulah kekuatannya: sebuah potret fanatisme religius yang berani, tanpa ironi murahan.
Dengan skor Rotten Tomatoes 91% dan pujian luas dari festival Venice hingga rilis Natal kemarin oleh Searchlight Pictures, “The Testament of Ann Lee” adalah salah satu film paling orisinal tahun ini. Seyfried pantas masuk nominasi Oscar lagi – penampilannya begitu mentah dan transenden. Jika Anda suka film ambisius seperti “The Brutalist” atau musikal eksperimental, ini wajib ditonton.
Nilai: ★★★★ / 4 bintang.
Pewarta : Vie

