RI News Portal. Jakarta, 26 Desember 2025 – PT Pertamina Internasional EP (PIEP) telah menyelesaikan pengapalan perdana (first lifting) minyak mentah sebanyak 1 juta barel dari Pelabuhan Arzew, Oran, Aljazair, menuju Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24 Desember 2025 dan merupakan produksi pertama pasca-perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Blok 405A, yang menjamin kelanjutan operasi perusahaan di wilayah tersebut selama 25 tahun mendatang.
Pengapalan ini menandai babak baru dalam strategi ekspansi internasional Pertamina, sekaligus wujud nyata upaya “bring the barrel home” untuk memperkuat pasokan energi domestik. Minyak mentah dari Blok 405A, yang sebelumnya dikenal sebagai lapangan Menzel Lejmat Nord (MLN), diharapkan berkontribusi signifikan terhadap pengolahan di kilang dalam negeri.
Sebelum pengapalan dilaksanakan, PIEP dan mitra strategisnya, Sonatrach – perusahaan migas negara Aljazair – menandatangani Lifting Service Contract pada 22 Desember 2025 di kantor pusat Sonatrach. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Algeria EP (PAEP), Jon Erwin, dan Vice President Commercialization Sonatrach, Mayouf Belgacem.

Kemitraan antara Pertamina dan Sonatrach telah berlangsung panjang, dimulai dari kontrak tahunan pada 2002-2003, dilanjutkan dengan transaksi spot yang lebih fleksibel pada 2006-2013, hingga mencapai fase ekspansi substansial sejak 2014 melalui pengelolaan Blok 405A. Perpanjangan PSC ini tidak hanya mempertahankan akses terhadap cadangan hidrokarbon yang potensial, tetapi juga membuka peluang optimalisasi produksi jangka panjang di tengah dinamika pasar energi global yang semakin kompetitif.
Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha, menekankan bahwa pencapaian ini merupakan milestone krusial dalam memposisikan Pertamina sebagai aktor utama di arena migas internasional. “Kami sedang menjalankan mandat untuk memperkokoh ketahanan energi nasional dengan mengedepankan operasi yang ekselen dan berkelanjutan di Aljazair,” katanya dalam pernyataan resmi pada Jumat, 26 Desember 2025.
Baca juga : Lamaran Romantis Justin Hubner kepada Jennifer Coppen: Langkah Menuju Komitmen Baru di Tengah Sorotan Publik
Senada dengan itu, Komisaris Utama PIEP, Dharmawan H. Samsu, menyebut keberhasilan pengapalan perdana sebagai buah dari diplomasi dan negosiasi intensif yang berkelanjutan. “Pengiriman kargo pertama sebanyak 1 juta barel ini menggarisbawahi nilai strategis perpanjangan Blok 405A, yang diraih setelah proses panjang dan mendalam,” ujarnya.
Keberhasilan operasi ini juga mencerminkan sinergi terpadu antar-entitas dalam ekosistem Pertamina. Produksi hidrokarbon luar negeri dikelola melalui PIEP dan PAEP, sementara pengapalan internasional dan pengolahan domestik melibatkan unit-unit terkait lainnya, memastikan alur nilai dari hulu hingga hilir berjalan efisien.

Dalam konteks yang lebih luas, inisiatif semacam ini relevan dengan tantangan transisi energi global, di mana negara-negara berkembang seperti Indonesia perlu menyeimbangkan diversifikasi sumber pasokan dengan komitmen keberlanjutan. Dengan mengamankan akses jangka panjang terhadap aset luar negeri, Pertamina tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga memperkuat posisi tawar dalam hubungan bilateral energi dengan negara mitra seperti Aljazair.
Pengapalan perdana ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian lifting berkelanjutan, yang akan mendukung stabilitas pasokan minyak mentah nasional di tengah fluktuasi harga komoditas dan geopolitik energi dunia.
Pewarta : Albertus Parikesit

