RI News Portal. Bantul, 26 Desember 2025 – Menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru 2025, Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mengintensifkan langkah-langkah preventif untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan wisatawan yang menggunakan angkutan wisata. Inisiatif ini mencakup pemeriksaan mendalam terhadap kelaikan kendaraan serta koordinasi pengamanan lalu lintas di titik-titik rawan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Singgih Riyadi, menyatakan bahwa pemeriksaan kelaikan jalan (ramp check) telah dilakukan secara menyeluruh terhadap armada angkutan wisata, termasuk bus pariwisata dan jeep wisata. “Untuk kesiapan menghadapi libur akhir tahun, kami telah melaksanakan ramp check pada kendaraan bus di pool perusahaan otobus serta jeep wisata langsung di lokasi operasional, seperti kawasan Pantai Parangtritis dan perbukitan Mangunan-Dlingo,” ujarnya pada Jumat lalu.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh kendaraan yang diperiksa dinyatakan laik jalan, sehingga diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi wisatawan dan pelaku usaha pariwisata. Selain aspek teknis kendaraan, dinas juga melakukan tes kesehatan terhadap awak angkutan, dengan hasil yang secara umum menunjukkan kondisi prima. Langkah ini merupakan bagian dari upaya holistik untuk mengurangi risiko kecelakaan di tengah prediksi lonjakan mobilitas masyarakat selama musim liburan.
Dalam konteks yang lebih luas, Kabupaten Bantul diproyeksikan menjadi salah satu tujuan utama wisatawan di Daerah Istimewa Yogyakarta selama periode ini. Meskipun beberapa prediksi menunjukkan kemungkinan penurunan kunjungan akibat faktor cuaca musim hujan yang ekstrem, antisipasi tetap dilakukan secara maksimal untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas. Lonjakan kendaraan diperkirakan signifikan, terutama menuju destinasi pantai selatan dan perbukitan, yang sering menjadi pusat keramaian.
Untuk pengamanan lalu lintas, Dinas Perhubungan telah berkoordinasi intensif dengan instansi terkait, termasuk kepolisian resort setempat dan satuan pamong praja. Sekitar 50 personel dikerahkan dan dibagi ke tiga pos pengawasan utama: Pos Induk di sekitar Jembatan Kabanaran pada Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Pos Pantau Druwo di simpang Ring Road Selatan, serta Pos Simpang Tiga Piyungan-Jalan Wonosari. Personel ini bertugas mengatur arus di titik-titik rawan kemacetan dan kerawanan kecelakaan.
Selain penempatan di pos tetap, patroli keliling juga akan digencarkan di lokasi potensial kemacetan. Khusus pada malam pergantian tahun, pengawasan diperketat di area-area yang biasa menjadi tempat berkumpul masyarakat untuk merayakan. “Koordinasi ini bertujuan menciptakan situasi lalu lintas yang kondusif, sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan tenang,” tambah Singgih Riyadi.

Inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal, sekaligus menekankan prioritas keselamatan publik. Di tengah dinamika mobilitas tinggi selama libur akhir tahun, pendekatan preventif seperti ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola transportasi wisata secara berkelanjutan.
Pewarta : Lee Anno

