RI News Portal. Jakarta, 26 Desember 2025 – Dalam sebuah pertemuan yang sarat makna, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan siswa-siswi SMA Taruna Nusantara di kantor kementeriannya pada 24 Desember lalu. Acara ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan kepada generasi muda, sekaligus memperkenalkan potensi besar sektor ekonomi kreatif sebagai pilar pembangunan bangsa di masa depan.
Dalam sambutannya, Teuku Riefky menekankan tiga nilai inti yang esensial bagi seorang pemimpin: empati, konsistensi, dan resiliensi. “Empati berarti kemampuan untuk merasakan dan memahami kebutuhan masyarakat secara mendalam, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar berdampak positif,” ujarnya. Ia melanjutkan, konsistensi mencerminkan integritas dan disiplin dalam menghadapi dinamika industri kreatif yang terus berkembang, sementara resiliensi melambangkan semangat pantang menyerah yang menjadi fondasi mental kuat bagi pemimpin masa depan.

Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi menteri untuk memaparkan visi kementerian dalam mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif Indonesia. Fokus utama diberikan pada tujuh subsektor prioritas, yaitu kuliner, kriya, fesyen, gim, musik, aplikasi, serta film, animasi, dan video. Menurut Teuku Riefky, subsektor-subsektor ini tidak hanya menjadi sumber inovasi berbasis budaya lokal, tetapi juga mesin penggerak ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, terutama bagi generasi milenial dan Gen Z yang mendominasi angkatan kerja mendatang.
Turut mendampingi dalam sesi tersebut, Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng, menyoroti pendekatan kolaborasi hexahelix sebagai kunci sukses pengembangan sektor ini. Model ini melibatkan sinergi enam pilar utama: pemerintah, dunia bisnis, akademisi, asosiasi serta komunitas, media, dan lembaga keuangan. “Kolaborasi semacam ini memastikan bahwa inovasi kreatif tidak berjalan sendirian, melainkan didukung ekosistem yang saling melengkapi,” jelas Gemintang.
Baca juga : Amerika Serikat Tawarkan Fasilitasi Dialog untuk Akhiri Kekerasan Perbatasan Kamboja-Thailand
Ia juga menggarisbawahi potensi penyerapan tenaga kerja yang besar dari industri kreatif, khususnya bagi kaum muda. “Ketika memasuki dunia kerja, kemampuan mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi kreatif akan menjadi differentiator utama,” tambahnya. Mengingat siswa SMA Taruna Nusantara berasal dari berbagai penjuru Indonesia, Gemintang mendorong mereka untuk mulai membangun jaringan kolaboratif sejak dini, guna menghasilkan ide-ide inovatif yang inklusif dan berbasis keragaman budaya nusantara.
Kunjungan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan generasi penerus yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berjiwa pemimpin yang empatik dan resilien. Di tengah tantangan global seperti transformasi digital dan perubahan iklim, sektor ekonomi kreatif diposisikan sebagai alternatif strategis untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas bangsa melalui inovasi berakar budaya. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pemuda Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam membangun masa depan yang lebih cerah.
Pewarta : Yogi Hilmawan

