RI News Portal. Wonogiri, 22 Desember 2025 – Dalam sebuah inisiatif gotong royong yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, ratusan bibit pohon ditanam di Bukit Dusun Gayam, Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, pada Minggu, 21 Desember 2025. Kegiatan ini diprakarsai oleh anggota TNI dari Kodim 0728-16/Jatiroto dan melibatkan partisipasi luas dari aparatur pemerintahan setempat, instansi terkait, organisasi kemasyarakatan, serta warga desa.
Acara penanaman tersebut dihadiri oleh Camat Jatiroto, Miran S.Sos., M.M., perwakilan Koramil Jatiroto yang diwakili Serma Suyadi, Kapolsek Jatiroto IPTU Pudiono, S.H., M.H., perwakilan Dinas Kehutanan, Kepala Desa Mojopuro beserta perangkat desa, pengurus RT/RW, anggota organisasi SH Terate, tokoh masyarakat, serta puluhan warga Desa Mojopuro. Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan komitmen bersama dalam menangani isu lingkungan yang semakin mendesak di wilayah pegunungan Wonogiri, di mana erosi tanah dan potensi bencana alam seperti longsor serta banjir menjadi ancaman berkelanjutan akibat deforestasi dan perubahan iklim.
Menurut Serma Suyadi, sebanyak 750 batang bibit pohon yang ditanam terdiri atas jenis mete (jambu monyet), trembesi, rambutan, dan matoa. Pemilihan spesies ini tidak hanya bertujuan untuk rehabilitasi lahan kritis, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan. “Kegiatan ini merupakan bagian dari program konservasi hutan melalui penanaman penghijauan, yang secara langsung bertujuan mencegah longsor tanah dan banjir di musim hujan,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penambahan vegetasi ini akan meningkatkan cadangan oksigen di udara, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan masyarakat setempat.

Dari perspektif ekologis, inisiatif semacam ini memiliki relevansi tinggi dalam konteks adaptasi terhadap perubahan iklim global. Wilayah Jatiroto, yang didominasi oleh perbukitan dan lahan marginal, sering mengalami degradasi tanah akibat aktivitas pertanian intensif dan curah hujan ekstrem. Penanaman pohon dengan akar dalam seperti trembesi diharapkan dapat memperkuat struktur tanah, sementara tanaman buah seperti rambutan dan matoa memberikan nilai ekonomi tambahan bagi warga melalui potensi panen di masa depan. Hal ini sejalan dengan prinsip agroforestry, di mana penghijauan tidak hanya melestarikan biodiversitas tetapi juga mendukung ketahanan pangan lokal.
Serma Suyadi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam pemeliharaan. “Kami mengharapkan partisipasi semua pihak untuk mengawasi, menjaga, merawat, dan memastikan kelangsungan hidup tanaman ini agar dapat tumbuh optimal,” tegasnya. Seruan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam konservasi, di mana keberhasilan tidak hanya bergantung pada tahap penanaman, melainkan pada komitmen kolektif jangka panjang.
Baca juga : Pengamanan Intensif Tempat Ibadah Jelang Natal 2025: Polres Wonogiri Tekankan Toleransi dan Kesiapsiagaan
Kegiatan penghijauan di Bukit Dusun Gayam ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara institusi militer, pemerintahan, dan masyarakat sipil dapat menghasilkan dampak positif terhadap kelestarian lingkungan. Di tengah tantangan iklim yang semakin kompleks, upaya seperti ini tidak hanya mitigasi risiko bencana, tetapi juga investasi bagi generasi mendatang di Kabupaten Wonogiri.
Pewarta: Nandar Suyadi

