RI News Portal. Jakarta – Menjelang perayaan Natal 2025, komunitas gereja di Jakarta telah menyelesaikan persiapan dengan teliti, menekankan nilai keluarga sebagai inti spiritual sekaligus memastikan keamanan bagi ribuan umat yang akan berkumpul. Koordinasi antara pemimpin agama, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama, di tengah prediksi cuaca yang tidak menentu.
Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, pemimpin Gereja Katolik di Jakarta, menegaskan bahwa segala sesuatu telah direncanakan secara matang. “Kami selalu bekerja sama dengan pemerintah daerah setiap tahun, dan kali ini tidak berbeda. Dari sisi kami, tema renungan tahun ini adalah keluarga, mengingatkan kita bahwa Natal adalah momen untuk memperkuat ikatan kasih di rumah tangga,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan setelah acara peringatan di Jakarta Selatan, Sabtu (20/12/2025).
Menurutnya, tema ini dipilih untuk mengajak umat merefleksikan peran keluarga sebagai pondasi iman di era modern yang penuh tantangan. Gereja telah menyiapkan sesi renungan khusus, doa bersama, dan kegiatan sosial seperti bantuan bagi keluarga kurang mampu, yang diharapkan mempererat solidaritas antarumat.

Sementara itu, Abraham Ruben Persang, pemimpin Gereja Protestan di Jakarta Barat, menyatakan persiapan mereka mengikuti pola tahun sebelumnya dengan penyesuaian pada lonjakan jemaat. “Kami antisipasi kehadiran serupa tahun lalu, sekitar ribuan orang. Jadwal ibadah telah disusun ketat, dan kami koordinasi dengan polisi setempat untuk menjaga kelancaran,” katanya dalam wawancara di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Persang menambahkan, antisipasi cuaca menjadi prioritas. “Dengan prakiraan hujan deras, kami pasang tenda cadangan dan siapkan rencana alternatif agar umat tetap nyaman beribadah. Keamanan juga ditingkatkan melalui kerjasama dengan polisi, termasuk pemeriksaan rutin untuk mencegah gangguan,” jelasnya.
Baca juga : Kebakaran di Permukiman Padat Kapuk Muara: Korsleting Listrik dan Respons Cepat Petugas
Koordinasi lintas pihak ini mencakup simulasi pengamanan di gereja-gereja utama, seperti pemasangan kamera pengawas dan penempatan petugas di titik rawan. Pemerintah daerah turut mendukung dengan pengaturan lalu lintas dan bantuan logistik, memastikan perayaan berlangsung aman dan penuh makna.
Para pemimpin ini sepakat bahwa Natal 2025 bukan hanya ritual tahunan, melainkan kesempatan membangun harmoni sosial. Umat diimbau datang lebih awal untuk menghindari kerumunan, sambil membawa semangat berbagi. Dengan persiapan ini, Jakarta siap menyambut Natal yang khidmat dan penuh berkah.
Pewarta : Setiawan Wibisono S.TH

