RI News Portal. Tepus, Gunungkidul 11 Desember 2025 – Sebanyak 15 warga Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul mengikuti ujian terbuka pengisian jabatan Pamong Dukuh Ngasem, Dukuh Kanigoro, serta dua posisi Staf Kalurahan pada Kamis (11/12/2025). Proses yang berlangsung di Balai Kalurahan Tepus ini menjadi salah satu contoh penerapan prinsip meritokrasi dan anti-korupsi di tingkat pemerintahan desa terkecil di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ujian dibagi menjadi dua kategori utama dengan materi yang berbeda. Empat orang bersaing memperebutkan kursi Dukuh Ngasem, dua orang untuk Dukuh Kanigoro, dan sebelas peserta lainnya mengikuti seleksi Staf Kalurahan. Seluruh rangkaian dimulai dengan ujian praktik komputer dilanjutkan ujian tertulis yang disusun khusus oleh tim penguji independen.
Lurah Tepus, Endro Pratopo, S.IP, menegaskan bahwa proses seleksi kali ini benar-benar bersih dari praktik nepotisme maupun politik uang.

“Saya sampaikan dengan tegas, tidak ada money politik sama sekali dalam pengisian jabatan ini. Semua berjalan transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya usai penutupan ujian.
Ia juga menyampaikan pesan kepada seluruh peserta, baik yang lulus maupun yang belum beruntung pada kesempatan ini. “Bagi yang lulus jangan sombong, karena ini amanah berat. Bagi yang belum lulus, ini adalah kesuksesan yang tertunda. Masih banyak peluang lain untuk mengabdi kepada masyarakat,” tambah Endro.

Hasil ujian langsung diumumkan pada hari yang sama. Untuk posisi Dukuh Ngasem, Lusiana Dyah Pratiwi, S.AP, meraih nilai tertinggi 79,5. Sementara itu, Dewanti Puspita Wijaya memperoleh nilai 81,5 dan berhak menduduki kursi Dukuh Kanigoro. Pada seleksi Staf Kalurahan, Dewi Sulistyaningsih mencatatkan nilai tertinggi 88,45 disusul Frta Aprelia dengan 81,95.
Suasana haru dan legawa terlihat saat pengumuman. Para peserta yang hadir saling berjabat tangan, mengucapkan selamat kepada yang lulus sekaligus memohon maaf secara tulus kepada sesama kontestan. Momen ini menjadi bukti tingginya sportivitas dan rasa kekeluargaan di kalangan warga Tepus.
Endro Pratopo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim penguji, panitia penyelenggara, serta seluruh peserta yang telah menunjukkan komitmen tinggi terhadap proses yang bersih. “Kami akan segera melaporkan hasil ini kepada Panewu Tepus untuk diteruskan kepada Bupati Gunungkidul guna mendapatkan rekomendasi pelantikan dalam waktu dekat,” tuturnya.
Proses seleksi yang terbuka dan akuntabel seperti yang dilakukan Kalurahan Tepus ini diharapkan menjadi teladan bagi kalurahan lain di Gunungkidul dalam mengisi jabatan pamong berbasis kompetensi, sekaligus menepis stigma praktik kolusi yang kerap melekat pada pengisian jabatan di tingkat desa.
Pewarta: Lee Anno

