Skip to content
21/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Krisis Air Bersih Pascabencana di Tapanuli Tengah: Ketergantungan pada Mata Air Pegunungan dan Beban Ekonomi Baru bagi Warga

Krisis Air Bersih Pascabencana di Tapanuli Tengah: Ketergantungan pada Mata Air Pegunungan dan Beban Ekonomi Baru bagi Warga

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 2 min read
Ketergantungan pada Mata Air Pegunungan dan Beban Ekonomi Baru bagi Warga
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Tapanuli Tengah, 6 Desember 2025 – Dua minggu setelah bencana banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada 25 November lalu, ribuan warga masih belum dapat mengakses air bersih melalui jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Kerusakan parah pada instalasi intake dan pipa distribusi memaksa masyarakat beralih total ke mata air pegunungan Aek Matauli sebagai sumber utama kebutuhan rumah tangga.

Di Kecamatan Pandan, antrean panjang warga dengan jeriken dan drum plastik telah menjadi pemandangan rutin di sepanjang Jalan Zainal Hutagalung dan Jalan Madse Gelar Kesayangan. “Kami hanya tahu air dari Matauli yang masih jernih. Untuk mandi, masak, minum, semua dari sini,” ujar Tora Limbong, warga setempat yang ditemui akhir pekan lalu.

Biaya menjadi masalah baru yang signifikan. Harga satu galon isi ulang 20 liter dari kios-kios swadaya berkisar Rp2.000. Bagi keluarga dengan kebutuhan 15–20 galon per hari, pengeluaran air bersih kini mencapai Rp30.000–Rp40.000 setiap harinya—angka yang melebihi pengeluaran normal saat jaringan PDAM masih berfungsi. “Dulu tagihan PDAM sebulan mungkin cuma Rp50–70 ribu. Sekarang sehari saja bisa Rp32 ribu,” keluh Desiana, warga Sibuluan yang mengantre bersama keponakannya dengan becak motor.

Meski bantuan air tangki dari pemerintah daerah dan sejumlah legislator terus berdatangan, warga enggan menggunakannya untuk konsumsi. “Air tangkinya keruh, berbau lumpur. Kami pakai hanya untuk nyuci piring dan baju,” kata Rio, salah satu penjaga kios air.

Inisiatif swadaya muncul di tengah keterbatasan. Beberapa kampung menggalang iuran untuk membeli selang panjang ratusan meter dan menarik air langsung dari lokasi mata air yang lebih tinggi di Perbukitan Aek Matauli. “Kami tidak menaikkan harga. Yang penting saling bantu,” tegas Ryo, pemilik salah satu kios yang melayani puluhan keluarga setiap hari.

Hingga hari ke-12 pascabencana, Badan SAR Nasional Kantor Nias mencatat 115 korban meninggal dunia, 169 orang masih dalam pencarian, dan 549 jiwa berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat di wilayah Tapanuli Tengah. Kerusakan infrastruktur air bersih menjadi salah satu dampak lanjutan yang paling dirasakan warga di luar korban jiwa dan kerugian materi.

Baca juga : Kementerian Pariwisata Perkuat Kapasitas Pejabat Fungsional Adyatama di Sulawesi Tengah melalui Pelatihan Intensif

Pemulihan jaringan PDAM hingga kini belum dapat dipastikan waktu penyelesaiannya. Warga hanya berharap perbaikan instalasi intake yang terkubur longsor dan pipa-pipa yang putus di beberapa titik dapat segera ditangani agar ketergantungan pada mata air pegunungan tidak berlarut-larut.

Di tengah musim hujan yang masih berlangsung, ancaman kekeringan sumber air alternatif dan potensi longsor susulan di jalur penyaluran air swadaya tetap mengintai. Krisis air bersih ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal evakuasi dan logistik darurat, tetapi juga pemulihan akses dasar terhadap air layak konsumsi yang berkelanjutan.

Pewarta : Adi Tanjoeng

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kementerian Pariwisata Perkuat Kapasitas Pejabat Fungsional Adyatama di Sulawesi Tengah melalui Pelatihan Intensif
Next: Duta Besar UAE Tekankan Penolakan terhadap Peran Militer dalam Transisi Sipil Sudan

Related Stories

Masyarakat Pati Apresiasi Langkah KPK Tangkap Bupati dalam OTT
3 min read

Masyarakat Pati Apresiasi Langkah KPK Tangkap Bupati dalam OTT, Desak Proses Hukum Transparan dan Tanpa Pandang Bulu

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
Dugaan Klaim HGB Developer Hambat Hak Milik
2 min read

Warga Banyumanik Terjebak Delapan Tahun dalam Pusaran Sertifikasi Tanah: Dugaan Klaim HGB Developer Hambat Hak Milik

Jurnalis RI News Portal Posted on 20 jam ago 0
DKI Jakarta Siapkan Rute Transjabodetabek Strategis
2 min read

DKI Jakarta Siapkan Rute Transjabodetabek Strategis: Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta dan Cawang ke Jababeka

Jurnalis RI News Portal Posted on 21 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Masyarakat Pati Apresiasi Langkah KPK Tangkap Bupati dalam OTT, Desak Proses Hukum Transparan dan Tanpa Pandang Bulu
  • Wapres Gibran Tinjau Pasar Cikurubuk, Pemkot Tasikmalaya: “Ini Titik Awal Pembenahan Besar”
  • Jaksa Agung Burhanuddin Mendesak Tambahan Anggaran Rp7,49 Triliun untuk 2026: Penegakan Hukum Terancam Lumpuh Tanpa Penyesuaian
  • Polres Melawi Kembali Salurkan 3,7 Ton Jagung Pipilan ke Bulog, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
  • Koramil Jatipurno dan Warga Bersatu: Gotong Royong Bersihkan Saluran Irigasi dari Hulu ke Hilir, Jaga Denyut Pertanian Wonogiri
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.