Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • IPACS 2025 di Kupang: Simfoni Budaya Pasifik sebagai Diplomasi Lembut Indonesia

IPACS 2025 di Kupang: Simfoni Budaya Pasifik sebagai Diplomasi Lembut Indonesia

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Simfoni Budaya Pasifik sebagai Diplomasi Lembut Indonesia
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Kupang, NTT 13 November 2025 – Forum Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang baru saja usai di Kupang, Nusa Tenggara Timur, menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan instrumen strategis diplomasi antarbangsa di kawasan Indo-Pasifik. Acara tiga hari itu menghadirkan pertunjukan gabungan dari 12 negara Pasifik dan 10 provinsi Indonesia, menciptakan resonansi estetika yang memperkuat narasi “budaya sebagai jembatan” di tengah dinamika geopolitik regional.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa IPACS 2025 merupakan manifestasi konkret dari soft power budaya. “Kita menyaksikan simfoni warisan, kerajinan, dan seni pertunjukan yang menyatukan identitas-identitas kepulauan,” ujarnya usai menyaksikan penampilan kolaboratif yang memadukan tarian adat NTT dengan ritme polinesia dan melanesia. Pernyataan ini merujuk pada penampilan nyanyian dan tarian yang melibatkan delegasi dari Fiji, Papua Nugini, hingga Vanuatu, serta provinsi-provinsi Indonesia seperti Maluku Utara dan Papua Barat—wilayah yang secara etnografis memiliki kedekatan budaya dengan Pasifik Selatan.

Analisis akademis menunjukkan bahwa pendekatan ini selaras dengan konsep cultural diplomacy ala Joseph Nye, di mana daya tarik budaya digunakan untuk membangun kepercayaan tanpa koersi militer. Dalam konteks Indo-Pasifik, di mana narasi dominasi Tiongkok versus aliansi Barat sering mendominasi, IPACS menawarkan jalur alternatif: Pacific Way yang berbasis harmoni budaya. Penampilan musik tradisional yang membuat Fadli Zon dan Gubernur NTT Melki Laka Lena ikut bergoyang, misalnya, bukan sekadar hiburan, melainkan momen embodied diplomacy yang mencairkan formalitas protokoler.

Fadli Zon menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama. “Budaya menumbuhkan saling pengertian dan menuntun kita menuju masa depan yang tangguh,” katanya, seraya mengapresiasi panitia yang bekerja tanpa lelah selama tiga hari. Pernyataan ini menggemakan komitmen Indonesia sebagai bridge builder di Forum Kepulauan Pasifik (PIF), di mana Jakarta telah menjadi mitra dialog sejak 2001.

Dari perspektif Fiji, Menteri Urusan iTaukei Ifereimi Vasu memberikan respons yang bernuansa hati-hati namun optimistis. Ia memuji inisiatif Indonesia, khususnya dukungan logistik Kementerian Kebudayaan RI, namun menandaskan bahwa rencana kelembagaan baru—seperti potensi sekretariat tetap IPACS—memerlukan konsultasi kabinet domestik. “Kami ingin langkah Fiji selaras dengan prioritas nasional dan kawasan,” ujarnya. Sikap ini mencerminkan dinamika sovereign agency negara-negara kecil Pasifik yang kerap waspada terhadap inisiatif eksternal, sekaligus menegaskan bahwa budaya tetap menjadi safe space untuk dialog.

Secara struktural, IPACS 2025 berbeda dari forum budaya konvensional karena mengintegrasikan elemen co-creation: seniman lokal NTT berkolaborasi langsung dengan delegasi Pasifik dalam workshop kerajinan dan pertunjukan improvisasi. Pendekatan ini menghindari hierarki “donor-recipient” yang kerap mewarnai bantuan budaya, dan lebih menyerupai model horizontal exchange ala UNESCO Intangible Cultural Heritage.

Baca juga : Khofifah Indar Parawansa Perkuat Kolaborasi Bilateral melalui RISING Fellowship: Fokus Pendidikan, Kesehatan, dan Investasi

Dari sudut antropologi, acara ini juga memperkuat konsep translocal identity di wilayah Austronesia. Kesamaan motif tenun ikat NTT dengan pola tapa Polinesia, atau ritme tifa Papua dengan drum slit Pasifik, menjadi bukti jejak migrasi prasejarah yang masih hidup. IPACS, dengan demikian, bukan hanya pertemuan politik, melainkan re-enactment dari jaringan maritim kuno yang kini direvitalisasi dalam kerangka modern.

Ke depan, semangat IPACS berpotensi melahirkan inisiatif konkret seperti Pacific Cultural Corridor—sebuah jaringan museum digital dan residensi seniman antarnegara. Namun, keberhasilannya bergantung pada kemampuan Indonesia menavigasi sensitivitas kedaulatan Pasifik tanpa terjebak dalam narasi big brother. Di tengah ancaman perubahan iklim yang mengancam pulau-pulau kecil, budaya mungkin menjadi last common language yang menyatukan kawasan.

IPACS 2025 di Kupang bukan akhir, melainkan overture dari simfoni yang lebih panjang.

Pewarta : Albertus Parikesit

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Khofifah Indar Parawansa Perkuat Kolaborasi Bilateral melalui RISING Fellowship: Fokus Pendidikan, Kesehatan, dan Investasi
Next: Nintendo Direct 12 November 2025: Trailer Perdana “The Super Mario Galaxy Movie” Ungkap Petualangan Kosmik Mario, Rosalina Debut Disuarakan Brie Larson

Related Stories

Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
3 min read

Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul
2 min read

Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
3 min read

Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.