Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Tragedi Sungai Guno: Kematian Remaja yang Menggugat Keselamatan Anak di Tengah Banjir Musiman

Tragedi Sungai Guno: Kematian Remaja yang Menggugat Keselamatan Anak di Tengah Banjir Musiman

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 4 min read
Kematian Remaja yang Menggugat Keselamatan Anak di Tengah Banjir Musiman
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Wonogiri, 10 November 2025 – Di lereng bukit karst yang hijau subur Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, sungai-sungai kecil sering menjadi ruang rekreasi sederhana bagi warga desa. Namun, pagi Minggu lalu (9/11/2025), Sungai Guno di Desa Guno, Kecamatan Jatiroto, berubah menjadi saksi bisu tragedi yang merenggut nyawa seorang remaja berusia 16 tahun. QNH, warga Dusun Semo, Desa Brenggolo, hanyut dan tenggelam saat berusaha memancing ikan bersama tiga sahabatnya. Kejadian ini bukan hanya duka mendalam bagi keluarga, tapi juga panggilan darurat bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan kecelakaan air di wilayah rawan banjir.

Kronologi tragis itu dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, ketika QNH dan ketiga temannya—semuanya remaja seusia—berjalan kaki menuju tepi sungai yang biasa mereka kunjungi untuk melepas penat. Hujan deras semalaman sebelumnya telah mengubah wajah Sungai Guno: airnya meluap, arusnya mengamuk seperti binatang buas yang lapar, dan permukaan batu-batu licin tertutup lumpur tebal. “Mereka hanya ingin menikmati pagi yang sejuk, memancing ikan mujair atau nila yang biasa bersembunyi di kedalaman dangkal,” ungkap Miran S.Sos MM, Camat Jatiroto, dalam pernyataan resminya kepada awak media.

Saat pancingan pertama dilempar, nasib sial menimpa QNH. Kakinya tergelincir di bebatuan basah, tubuhnya terlempar ke pusaran air yang tak terduga. “Ia berteriak sebentar, tapi arus langsung menelannya,” tambah Miran, suaranya bergetar mengenang momen itu. Ketiga temannya, yang juga tak mahir berenang, hanya bisa menatap tak berdaya dari tepi. Rasa takut akan nasib serupa membuat mereka urung mencebur, meski hati nurani mendorong untuk bertindak. Salah seorang dari mereka berlari ke kampung terdekat, berteriak meminta pertolongan. Dalam hitungan menit, puluhan warga desa berbondong-bondong ke lokasi, membawa tali, bambu, dan apa pun yang bisa dijadikan alat bantu. Pencarian berlangsung tegang selama hampir enam jam, dengan suara jeritan dan doa yang bergema di sepanjang tebing sungai.

Pukul 14.00 WIB, tubuh QNH akhirnya muncul ke permukaan, terapung di hilir sekitar 200 meter dari titik kejadian. Beberapa warga pemberani langsung melompat ke air, berjuang melawan arus untuk menariknya ke darat. Sayangnya, saat dievakuasi, remaja itu sudah tak bernyawa. “Tubuhnya dingin, tak ada tanda perlawanan lagi,” kata Suyatni, istri kepala desa Brenggolo, yang turut hadir di lokasi. Jenazah segera dibawa ke rumah duka Dusun Semo, diserahkan kepada keluarga oleh aparat kecamatan, termasuk Camat Miran. Keluarga QNH, yang hidup sederhana dari bertani dan beternak, kini ditinggalkan duka yang dalam—seorang anak sulung yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke kota.

Kematian QNH bukanlah insiden terisolasi di Wonogiri, wilayah yang dikelilingi jaringan sungai dan waduk raksasa seperti Gajah Mungkur. Data dari Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat setidaknya lima kasus serupa sepanjang 2025, di mana remaja menjadi korban utama akibat kurangnya pengawasan dan keterampilan dasar bertahan di air. Faktor musim hujan memperburuk situasi: curah hujan di Jatiroto mencapai 150 milimeter per hari, memicu luapan sungai yang tak terduga. “Banyak anak desa melihat sungai sebagai taman bermain, tapi kita lupa bahwa ia juga predator diam,” ujar Dr. Rina Susanti, pakar keselamatan anak dari Universitas Sebelas Maret (UNS), yang meneliti kecelakaan air di Jawa Tengah selama tiga tahun terakhir.

Baca juga : Kades Gunungsari Jatisrono-Wonogiri Sediakan 1.000 Meter Tanah Bengkok untuk Karang Taruna dan Penyandang Disabilitas

Penelitian Susanti, yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia edisi terbaru, mengungkap pola mencolok: 70 persen korban remaja berusia 14-17 tahun tidak pernah mengikuti pelatihan renang, sementara 60 persen kejadian terjadi di sungai desa akibat permukaan licin pasca-hujan. “Ini bukan sekadar kelalaian individu, tapi kegagalan sistemik. Desa-desa seperti Brenggolo dan Guno kekurangan rambu peringatan, pos pengawas, atau bahkan program edukasi rutin,” tegasnya. Studi serupa dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menunjukkan bahwa Wonogiri memiliki tingkat kecelakaan air dua kali lipat dibanding kabupaten tetangga, dengan dampak ekonomi tak terhitung: kehilangan tenaga kerja muda dan beban psikologis bagi komunitas.

Miran, sebagai camat, mengakui tantangan ini. “Kami sudah berkoordinasi dengan Koramil dan Polsek Jatiroto untuk patroli rutin, tapi anggaran terbatas. Butuh dukungan provinsi untuk membangun tanggul sementara dan sekolah renang gratis.” Sementara itu, keluarga QNH menerima dukungan dari tetangga: doa bersama di masjid desa, bantuan sembako, dan janji gotong royong untuk makamnya. Ayah QNH, seorang petani padi, hanya bisa bergumam, “Ia bilang mau bawa ikan segar pulang untuk ibu. Kini, yang pulang hanya kenangan.”

Tragedi ini menggugat kita semua: bagaimana menjaga generasi muda dari pesona alam yang mematikan? Pemerintah daerah Wonogiri berjanji mempercepat program “Air Aman Desa” mulai 2026, termasuk pelatihan renang wajib untuk siswa SD-SMP dan pemasangan sensor banjir di sungai rawan. Namun, seperti kata Susanti, “Pencegahan dimulai dari rumah: ajari anak berenang sebelum terlambat.” Di tengah guyuran hujan yang masih mengintai, Sungai Guno kini diam, tapi pelajarannya harus bergema—agar tak ada lagi pagi yang berakhir dengan air mata.

Pewarta : Nandar Suyadi

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kades Gunungsari Jatisrono-Wonogiri Sediakan 1.000 Meter Tanah Bengkok untuk Karang Taruna dan Penyandang Disabilitas
Next: Warga RW 15 Indopermai Semarang Perkuat Silaturahmi melalui Wisata Lava Tour Merapi

Related Stories

Indikasi Korupsi Material Mengintai APBD Sambas 2025
2 min read

Jalan Baru Rusak Sebelum Dilalui: Indikasi Korupsi Material Mengintai APBD Sambas 2025

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 menit ago 0
BPH Migas Temukan Penyelewengan Biosolar Subsidi
3 min read

Modifikasi Truk “Helikopter” Terbongkar di Lhokseumawe: BPH Migas Temukan Penyelewengan Biosolar Subsidi

Jurnalis RI News Portal Posted on 56 menit ago 0
Mangkrak di Perbatasan
2 min read

Mangkrak di Perbatasan: Proyek WC Rp199 Juta untuk Sekolah Sambas Belum Rampung, Siswa dan Guru Terlantar

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Gotong Royong Fiskal: TKD Rp10,6 T Dikembalikan, Tito Karnavian Ingatkan Jangan Diselewengkan
  • Jalan Baru Rusak Sebelum Dilalui: Indikasi Korupsi Material Mengintai APBD Sambas 2025
  • Dari Riset ke Industrialisasi: Kementrans Gandeng 10 Universitas, Target 1.500 Mahasiswa Ubah Wajah Transmigrasi
  • Lonjakan Permohonan Perlindungan WNI di Kamboja Terkait Penutupan Sindikat Penipuan Daring
  • Modifikasi Truk “Helikopter” Terbongkar di Lhokseumawe: BPH Migas Temukan Penyelewengan Biosolar Subsidi
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.