Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Buser Berita TNI/Polri/KPK
  • Tragedi Sungai Genting: Evaluasi Keselamatan KKN di Tengah Banjir Bandang Mendadak

Tragedi Sungai Genting: Evaluasi Keselamatan KKN di Tengah Banjir Bandang Mendadak

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Evaluasi Keselamatan KKN di Tengah Banjir Bandang Mendadak
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Semarang, 6 November 2025 – Sebuah musibah yang menorehkan luka mendalam bagi komunitas akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menimpa enam mahasiswa saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Mereka terseret arus deras Sungai Genting akibat banjir kiriman pasca-hujan lebat di hulu sungai, mengubah momen rekreasi sederhana menjadi bencana yang merenggut nyawa tiga pemuda berpotensi.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 13.53 WIB, ketika cuaca tampak cerah dan para mahasiswa, yang terdiri dari 15 peserta KKN, memutuskan untuk bermain air di sungai. Aktivitas tubing—mengapung di atas ban dalam—berlangsung tanpa firasat bahaya, hingga tiba-tiba gelombang banjir menerjang tanpa peringatan. Sembilan mahasiswa berhasil menyelamatkan diri dengan memanjat ke tepian atau bantuan warga setempat, tetapi enam lainnya takluk pada kekuatan arus yang tak terduga. “Banjir ini datang seperti kilat, dari hulu yang tak terlihat,” ungkap seorang warga Dusun Jolinggo, yang menjadi saksi bisu kekejaman alam.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Basarnas Semarang, dan Palang Merah Indonesia (PMI) segera dikerahkan, didukung oleh relawan masyarakat. Hingga malam hari, tiga korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa: Riska Amelia (21) dari Pemalang, ditemukan di dekat Jembatan Kaliringin; M. Labib Rizqi (21) dari Pekalongan, terdampar di Banyuringin; serta Syifa Nadilah (21) dari Pemalang, yang terhanyut tak jauh dari titik kejadian. Jenazah mereka dievakuasi ke Puskesmas Singorojo, sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Suwondo Kendal untuk proses visum dan penyemayaman sementara. Keluarga korban telah dihubungi, mempersiapkan pemulangan yang penuh air mata ke daerah asal masing-masing.

Sementara itu, pencarian untuk tiga mahasiswa lainnya—Nabila Yulian Dessi Pramesti (21) dari Bojonegoro, Bima Pranawira (21) dari Gresik, dan Muhammad Jibril Asyarofi (21) dari Jepara—dihentikan sementara pukul 18.00 WIB karena visibilitas rendah dan arus yang masih deras. Operasi akan dilanjutkan pagi ini, dengan harapan kecil yang kian memudar seiring waktu. Kapolsek Singorojo, AKP Sudali, menekankan koordinasi ketat antarinstansi: “Kami tak tinggalkan sedikit pun celah; setiap inci sungai disisir dengan hati-hati.”

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, langsung menginstruksikan percepatan respons darurat, menyoroti kerentanan wilayah pegunungan terhadap banjir bandang. “Ini bukan hanya tragedi mahasiswa, tapi pelajaran bagi kita semua tentang kesiapsiagaan alam,” katanya, sambil memerintahkan BPBD untuk mereview peta risiko sungai di kecamatan-kecamatan rawan.

Dari kacamata akademis, insiden ini membuka diskusi mendalam tentang paradigma pengabdian masyarakat di perguruan tinggi. Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Walisongo, Masrur, mengonfirmasi bahwa para korban adalah bagian dari program KKN yang bertujuan membangun kemandirian desa melalui pendidikan dan pemberdayaan. Namun, kejadian ini memaksa kampus menghentikan sementara seluruh kegiatan di Desa Getas, menarik pulang 15 peserta ke Semarang untuk evaluasi komprehensif. “KKN bukan sekadar tugas lapangan, tapi ikatan jiwa dengan masyarakat. Kehilangan ini mengguncang fondasi kami,” ujar Masrur, yang juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Riska, Labib, dan Syifa—tiga jiwa yang dikenal sebagai mahasiswa berprestasi di jurusan pendidikan agama.

Baca juga : Polsek Eromoko Perkuat Ketahanan Pangan melalui Pendampingan Intensif Penanaman Jagung di Wonogiri

Rektor UIN Walisongo, Nizar, menambahkan lapisan refleksi struktural. Dalam pernyataannya, ia menjanjikan audit menyeluruh terhadap protokol KKN, mencakup asesmen risiko lingkungan, pelatihan mitigasi bencana, dan penguatan peran dosen pembimbing. “Pengabdian harus lahir dari kearifan, bukan mengorbankan nyawa. Kami akan reformasi sistem: dari pemetaan geospasial sungai hingga simulasi darurat berbasis komunitas,” tegasnya. Langkah awal mencakup penugasan tim psikososial untuk mendampingi mahasiswa yang selamat, termasuk sesi konseling spiritual yang selaras dengan nilai-nilai Islam, serta dukungan finansial untuk keluarga korban.

Para ahli bencana alam, seperti Dr. Rina Susanti dari Institut Teknologi Bandung yang ditelusuri untuk konteks serupa, menyoroti pola berulang banjir kiriman di Jawa Tengah akibat deforestasi hulu dan pola hujan ekstrem akibat perubahan iklim. “Mahasiswa KKN sering kali berada di garis depan, tapi tanpa alat pemantau cuaca real-time atau protokol evakuasi yang ketat, mereka rentan jadi korban,” katanya. Studi kasus dari jurnal Disaster Risk Reduction (2023) menunjukkan bahwa 40 persen insiden lapangan di program pengabdian perguruan tinggi melibatkan elemen alam tak terduga, menekankan urgensi integrasi pendidikan keselamatan sebagai mata kuliah wajib.

Kisah enam mahasiswa ini bukan hanya catatan duka, tapi panggilan untuk transformasi. Di balik air mata warga Desa Getas yang kehilangan mitra pengabdian, dan doa-doa keluarga yang menanti kepastian, tersembunyi peluang untuk KKN yang lebih tangguh: satu yang memadukan semangat muda dengan pengetahuan mitigasi, memastikan pengabdian tak lagi berujung tragedi. Saat tim penyelamat kembali turun ke sungai pagi ini, harapan tetap menyala—bukan hanya untuk menemukan yang hilang, tapi untuk mencegah yang tak terulang.

Pewarta: Sriyanto

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Polsek Eromoko Perkuat Ketahanan Pangan melalui Pendampingan Intensif Penanaman Jagung di Wonogiri
Next: Peringatan HUT ke-6 Partai Gelora di Trenggalek: Memperkokoh Fondasi Politik Lokal Menuju 2029

Related Stories

Tekankan Kesiapsiagaan dan Semangat Pengabdian
2 min read

Korem 072/Pamungkas Gelar Upacara Bendera 17-an di Awal Tahun 2026, Tekankan Kesiapsiagaan dan Semangat Pengabdian

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 jam ago 0
Polres Wonogiri Gelar Upacara Bendera Peringatan Hari Kesadaran Nasional 2026
2 min read

Polres Wonogiri Gelar Upacara Bendera Peringatan Hari Kesadaran Nasional 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Tekankan Penguatan Iman dan Pelayanan Humanis bagi Masyarakat
2 min read

Polres Melawi Gelar Peringatan Isra Mi’raj, Tekankan Penguatan Iman dan Pelayanan Humanis bagi Masyarakat

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • KPAI Mendesak Penyelesaian Damai Kasus Kekerasan Guru-Siswa di SMK Jambi melalui Musyawarah
  • Tim Penegakan Hukum Kehutanan Gagalkan Peredaran 600 Batang Kayu Ilegal di Sungai Pawan, Ketapang
  • Korem 072/Pamungkas Gelar Upacara Bendera 17-an di Awal Tahun 2026, Tekankan Kesiapsiagaan dan Semangat Pengabdian
  • Polres Wonogiri Gelar Upacara Bendera Peringatan Hari Kesadaran Nasional 2026
  • Pelantikan Pamong dan Staf Kalurahan Balong: Komitmen Kuat untuk Pelayanan dan Pembangunan Desa
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.