Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Kekhawatiran Warga; Pelaku Perusakan Masjid Syech Zainal Abidin Masih Bebas Berkeliaran di Padangsidimpuan

Kekhawatiran Warga; Pelaku Perusakan Masjid Syech Zainal Abidin Masih Bebas Berkeliaran di Padangsidimpuan

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 bulan ago 3 min read
Pelaku Perusakan Masjid Syech Zainal Abidin Masih Bebas Berkeliaran di Padangsidimpuan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Poortal. Padangsidimpuan, 28 September 2025 – Di tengah gemerlap akhir pekan yang seharusnya membawa kedamaian bagi warga Kota Padangsidimpuan, sebuah insiden vandalisme terhadap situs bersejarah Masjid Syech Zainal Abidin justru meninggalkan luka mendalam bagi komunitas setempat. Minggu ini, pengelola masjid yang ikonik ini menyuarakan keprihatinan atas kelambatan penanganan kasus perusakan yang telah dilaporkan dua minggu lalu, di mana pelaku diduga masih berkeliaran bebas. Insiden ini tidak hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga mengguncang rasa aman spiritual masyarakat desa Pudun Julu, Kecamatan Batu Nadua.

Masjid Syech Zainal Abidin, yang dibangun pada akhir abad ke-19 dan menjadi saksi bisu perjuangan dakwah di wilayah Tapanuli Selatan, kini menjadi korban aksi nekat yang menargetkan simbol keagamaan ini. Pada pertengahan September, pagar masjid dilaporkan dirusak secara sengaja, pohon-pohon di halaman roboh, dan merek masjid yang menjadi identitasnya ikut tumbang. Tak berhenti di situ, dinding perpustakaan masjid tercoret-coret dengan tulisan pilox provokatif: “Saya membayar pajak ini dengan dana pribadi.” Aksi ini, yang terjadi di area yayasan masjid, diduga dilakukan oleh individu yang identitasnya telah diketahui pelapor, memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik sosial.

Laporan resmi atas kejadian ini telah diajukan ke Polres Kota Padangsidimpuan pada 15 September 2025, dengan nomor Surat Tanda Laporan Polisi (STPL) B/422/IX/2025/SPKT/Polres Padangsidimpuan, Polda Sumatera Utara. Bukti berupa foto kerusakan, saksi mata yang menyaksikan penebangan pohon dan penjebolan pagar, serta keterangan pelapor telah diserahkan. Bahkan, pada Jumat, 26 September 2025, pukul 14.00 WIB, pelapor telah dimintai keterangan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tindak lanjut signifikan dari kepolisian untuk mengamankan tersangka.

Mombang Harahap, Ketua Pengelola Yayasan Masjid Syech Zainal Abidin, menyampaikan keheranannya secara terbuka dalam wawancara eksklusif dengan tim redaksi. “Kami merasa heran dan kecewa. Pelaku sudah jelas identitasnya, laporan sudah lengkap sejak dua minggu lalu, tapi mengapa sampai hari ini dia masih bebas berkeliaran? Ini bukan sekadar perusakan pagar atau coretan dinding; ini serangan terhadap warisan budaya dan keimanan kami di Desa Pudun Julu,” ujar Harahap dengan nada prihatin. Ia menekankan bahwa masjid ini bukan hanya tempat ibadah, melainkan pusat pendidikan dan kegiatan majelis taklim yang melibatkan ratusan warga, termasuk kaum perempuan dan anak muda.

Tanggapan serupa disuarakan oleh Imam Masjid, Ahmad Jais Nasution, yang melihat insiden ini sebagai ancaman langsung terhadap keharmonisan komunitas. “Kami sangat mengherankan kenapa pelaku perusakan belum diamankan. Tulisan provokatif di dinding perpustakaan seperti ‘Saya membayar pajak ini dengan dana pribadi’ terasa seperti ejekan yang sengaja menimbulkan keresahan. Yang kami khawatirkan, anggota majelis taklim—terutama perempuan dan keluarga—tidak akan menerima perlakuan seperti ini. Bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika dibiarkan berlarut-larut,” kata Nasution. Ia mendesak Polres Padangsidimpuan untuk segera menangani kasus ini, termasuk perobohan merek masjid dan coretan di perpustakaan, agar keadilan ditegakkan sebelum situasi memburuk.

Baca juga : Penahanan George Galloway di Bandara Gatwick: Antara Keamanan Nasional dan Tuduhan Penindasan Politik

Pengurus yayasan lainnya turut menambahkan suara seruan yang mendesak. Salah seorang pengurus, yang enggan disebut namanya demi keamanan, mengungkapkan bahwa saksi-saksi telah siap memberikan kesaksian lengkap atas aksi penebangan pohon dan penjebolan pagar. “Bukti dan saksi sudah ada sejak awal. Pelaku ini melakukan semuanya di siang bolong, di depan mata warga. Kini, kami dari seluruh pengurus—mulai ketua yayasan, imam, majelis taklim, hingga anggota biasa—memohon kepada Pak Kapolres agar secepat mungkin mengamankan pelaku. Tindakan ini sangat sensitif di mata masyarakat; masjid adalah jantung kami, dan perusakannya bisa memicu reaksi emosional yang luas,” tegasnya.

Kasus ini menambah daftar kekhawatiran terkait keamanan rumah ibadah di Sumatera Utara, di mana insiden serupa pernah mencuat di berbagai daerah sebagai bentuk intoleransi atau konflik lokal. Meski Polres Padangsidimpuan belum memberikan pernyataan resmi terkait kemajuan penyelidikan, pihak pengelola masjid berharap sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum—seperti yang pernah dibangun dalam kunjungan silaturahmi sebelumnya—dapat segera diaktifkan kembali. “Kami percaya pada institusi kepolisian, tapi keadilan harus cepat, sebelum luka ini membekas lebih dalam,” pungkas Harahap.

Hingga kini, warga Desa Pudun Julu tetap menjaga ketenangan dengan doa bersama, sambil menanti langkah tegas dari pihak berwenang. Insiden ini menjadi pengingat bahwa pelestarian warisan seperti Masjid Syech Zainal Abidin—yang telah berdiri sejak 1880 sebagai masjid tertua di kota ini—memerlukan komitmen kolektif untuk menjaga harmoni sosial.

Pewarta : Indra Saputra

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Penahanan George Galloway di Bandara Gatwick: Antara Keamanan Nasional dan Tuduhan Penindasan Politik
Next: PT KAI Rayakan HUT ke-80 di Bandung dengan Semangat “Semakin Melayani”

Related Stories

BPH Migas Temukan Penyelewengan Biosolar Subsidi
3 min read

Modifikasi Truk “Helikopter” Terbongkar di Lhokseumawe: BPH Migas Temukan Penyelewengan Biosolar Subsidi

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 menit ago 0
Mangkrak di Perbatasan
2 min read

Mangkrak di Perbatasan: Proyek WC Rp199 Juta untuk Sekolah Sambas Belum Rampung, Siswa dan Guru Terlantar

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 jam ago 0
Dugaan Ketidaktransparanan Pengelolaan Dana Desa di Desa Labuhan Labo
2 min read

Dugaan Ketidaktransparanan Pengelolaan Dana Desa di Desa Labuhan Labo, Padangsidimpuan Tenggara

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Dari Riset ke Industrialisasi: Kementrans Gandeng 10 Universitas, Target 1.500 Mahasiswa Ubah Wajah Transmigrasi
  • Lonjakan Permohonan Perlindungan WNI di Kamboja Terkait Penutupan Sindikat Penipuan Daring
  • Modifikasi Truk “Helikopter” Terbongkar di Lhokseumawe: BPH Migas Temukan Penyelewengan Biosolar Subsidi
  • El Lobo Ditangkap Kembali, 7 Polisi Gugur – Presiden Guatemala Aktifkan Keadaan Darurat Nasional
  • Ancaman Tarif AS atas Greenland Memantik Respons Terpadu Eropa: Risiko Retaknya Solidaritas NATO
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.