Skip to content
20/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Dugaan Praktik Nakal di SPBU 64.787.05 Boyan Tanjung: Permainan Besar yang Mengancam Ketahanan Energi Lokal

Dugaan Praktik Nakal di SPBU 64.787.05 Boyan Tanjung: Permainan Besar yang Mengancam Ketahanan Energi Lokal

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 bulan ago 4 min read
Permainan Besar yang Mengancam Ketahanan Energi Lokal
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Kapuas Hulu, 14 September 2025 – Di tengah lonjakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di wilayah pedesaan Kalimantan Barat, sebuah insiden di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 64.787.05 Boyan Tanjung, Kapuas Hulu, pada 12 September 2025, telah memicu sorotan tajam. Awak media independen yang memantau langsung lokasi tersebut melaporkan adanya dugaan kuat praktik penyimpangan, di mana sejumlah mobil pick-up terlihat secara terang-terangan mengisi BBM menggunakan jerigen dalam jumlah puluhan. Fenomena ini tidak hanya menciptakan antrian panjang bagi konsumen biasa, tetapi juga diduga menjadi bagian dari jaringan “tengki siluman” yang memasok BBM subsidi ke pengecer ilegal, sehingga memicu kelangkaan dan lonjakan harga di tingkat eceran.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa para pengantri, termasuk kendaraan umum, harus bersabar menghadapi proses pengisian yang lambat akibat prioritas yang diduga diberikan kepada kendaraan-kendaraan tersebut. Salah satu sopir pick-up yang ditemui enggan menunjukkan surat rekomendasi dari desa setempat, yang sering dijadikan dalih untuk pembelian dalam jumlah besar. Ketika diminta transparansi, respons mereka cenderung menghindar, memperkuat kecurigaan bahwa surat tersebut hanyalah alasan semu untuk menutupi operasi yang lebih besar. “Ini bukan sekadar pelanggaran kecil; ini seperti permainan besar yang melibatkan rantai pasok ilegal,” ujar seorang saksi mata yang enggan disebut namanya, menggambarkan bagaimana jerigen-jerigen tersebut kemungkinan besar dialihkan ke pengecer pinggir jalan, di mana harga BBM melonjak hingga dua kali lipat dari tarif resmi.

Dari perspektif hukum, praktik semacam ini berpotensi melanggar sejumlah ketentuan undang-undang yang mengatur distribusi BBM di Indonesia. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) secara tegas melarang penyalahgunaan BBM subsidi untuk kepentingan komersial di luar ketentuan resmi. Pasal 55 UU tersebut menyatakan bahwa setiap bentuk penyimpangan dalam distribusi BBM dapat dikenai sanksi pidana, termasuk pidana penjara hingga 6 tahun dan denda hingga Rp60 miliar. Selain itu, Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2021 tentang Penyaluran BBM Tertentu menekankan bahwa pengisian menggunakan jerigen hanya diperbolehkan untuk kebutuhan darurat atau dengan izin khusus, seperti rekomendasi dari pemerintah desa yang harus diverifikasi oleh otoritas terkait seperti Pertamina atau Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Dalam konteks ini, surat rekomendasi dari desa yang tidak transparan bisa dianggap sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang administratif. Jika terbukti, hal ini melanggar Pasal 52 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang mewajibkan transparansi dalam penerbitan dokumen resmi. Pemerintah daerah Melawi, sebagai otoritas lokal, memiliki kewajiban untuk melakukan pengawasan melalui Dinas Perhubungan atau Satpol PP, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah setempat. Sanksi tegas, seperti pencabutan izin operasional SPBU atau tuntutan hukum terhadap pemilik kendaraan, menjadi imperatif untuk mencegah preseden buruk. Tanpa intervensi cepat, praktik ini bisa membuka celah bagi kartel BBM ilegal, yang sering kali terhubung dengan jaringan lintas kabupaten, sehingga memerlukan koordinasi dengan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat untuk penyelidikan mendalam.

Baca juga : Banjir Bali: Cermin Kerapuhan Tata Kelola Lingkungan di Tengah Krisis Sampah yang Sistemik

Secara sosial, dugaan praktik nakal ini tidak hanya memperburuk akses masyarakat terhadap BBM subsidi, yang seharusnya menjadi penyangga ekonomi rumah tangga di wilayah pedesaan seperti Kapuas Hulu dan sekitarnya, tetapi juga menciptakan ketidakadilan struktural. Kelangkaan di SPBU resmi mendorong warga beralih ke pengecer, di mana harga eceran bisa mencapai Rp15.000 per liter untuk solar subsidi yang seharusnya hanya Rp6.800. Dampaknya terasa pada sektor transportasi lokal, di mana petani dan nelayan yang bergantung pada kendaraan pick-up mengalami peningkatan biaya operasional hingga 30-40%, menurut estimasi dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat tahun sebelumnya. Hal ini memperlemah daya saing ekonomi daerah, di mana sektor pertanian menyumbang lebih dari 50% PDB kabupaten, dan berpotensi memicu inflasi lokal serta ketegangan sosial antarwarga akibat perebutan antrian.

Bagi pemerintah daerah Melawi, efek ini menjadi ujian nyata terhadap kapasitas pengelolaan sumber daya. Ketergantungan pada BBM subsidi sebagai pilar ketahanan energi lokal terganggu, memaksa alokasi anggaran tambahan untuk subsidi transportasi atau program bantuan langsung tunai bagi masyarakat terdampak. Secara lebih luas, fenomena ini mengikis kepercayaan publik terhadap institusi desa dan SPBU, yang seharusnya menjadi mitra dalam pembangunan berkelanjutan. Analisis sosiologis menunjukkan bahwa praktik semacam ini memperkuat siklus kemiskinan struktural, di mana kelompok rentan seperti buruh harian menjadi korban utama, sementara pelaku nakal menuai keuntungan. Pemerintah daerah perlu merespons dengan pendekatan holistik: memperkuat mekanisme pengawasan berbasis teknologi, seperti kamera CCTV di SPBU yang terintegrasi dengan aplikasi pelaporan warga, serta kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran hukum di tingkat desa. Inisiatif seperti ini tidak hanya mencegah rekurensi, tetapi juga membangun resiliensi sosial-ekonomi yang lebih kuat, mengubah tantangan menjadi peluang reformasi.

Kasus di Boyan Tanjung ini menjadi pengingat bahwa transparansi bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam menjaga keadilan energi. Pihak berwenang diharapkan segera bertindak, sebelum permainan besar ini meluas dan merusak tatanan sosial yang rapuh di wilayah perbatasan seperti Melawi. Pantauan lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan akuntabilitas.

Pewarta : Lisa Susanti

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Banjir Bali: Cermin Kerapuhan Tata Kelola Lingkungan di Tengah Krisis Sampah yang Sistemik
Next: Polres Lampung Barat Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Korban Banjir Bandang di Suoh

Related Stories

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional
2 min read

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
Pesan Damai Pramono Anung
3 min read

Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
2 min read

Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.