RI News. Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta kembali menegaskan komitmen menjaga kenyamanan wisatawan dan warga selama periode libur Lebaran 2026. Imbauan tegas disampaikan langsung oleh Wali Kota Respati Ardi agar para pelaku usaha, khususnya di sektor kuliner dan jasa pariwisata, tidak menaikkan harga secara berlebihan atau tidak wajar.
Pernyataan itu disampaikan Respati Ardi usai melaksanakan salat Idulfitri di halaman Balaikota Surakarta, Sabtu (21/3/2026). Menurutnya, momentum Hari Raya Idulfitri seharusnya menjadi kesempatan emas untuk memperkuat citra Kota Solo sebagai destinasi wisata yang ramah dan terjangkau, bukan malah menciptakan kesan negatif melalui praktik “aji mumpung”.
“Kami mengimbau kepada seluruh pelaku usaha, baik kuliner, wisata, maupun sektor terkait lainnya, untuk menyesuaikan harga secara wajar. Jangan sampai memanfaatkan keramaian libur untuk mengejar keuntungan berlebih,” ujar Respati Ardi.

Ia menambahkan bahwa praktik menaikkan harga secara tidak proporsional—yang sering disebut “kepruk harga”—berpotensi merusak kepercayaan wisatawan. Banyak pengunjung yang datang ke Solo selama Lebaran berasal dari luar daerah, dan pengalaman buruk terkait biaya bisa membuat mereka enggan kembali di masa mendatang.
Untuk mencegah hal tersebut, Pemkot Surakarta telah menyiapkan mekanisme pengawasan intensif terhadap fluktuasi harga di lapangan. Tim terkait akan memantau secara langsung harga makanan, minuman, akomodasi, serta layanan pendukung pariwisata selama periode libur Idulfitri.
“Kalau ditemukan pelanggaran, kami tidak akan segan memberikan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Masyarakat dan wisatawan juga diharapkan ikut berpartisipasi dengan melaporkan jika menemukan indikasi harga yang tidak masuk akal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemkot telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi pedagang dan pelaku wisata, guna memastikan situasi ekonomi tetap kondusif tanpa mengorbankan kepentingan konsumen.
Dengan langkah pengawasan dan imbauan ini, pemerintah optimistis kunjungan wisatawan ke Solo dapat meningkat signifikan tahun ini. Sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah diharapkan semakin bergairah, seiring suasana Lebaran yang nyaman, aman, dan ramah bagi semua pengunjung.
Respati Ardi menutup pernyataannya dengan harapan agar semangat silaturahmi Lebaran juga tercermin dalam sikap pelaku usaha. “Mari kita sambut tamu-tamu dengan baik, agar mereka pulang dengan kenangan indah dan ingin kembali lagi ke Kota Solo,” pungkasnya.
Pewarta : Rendro P

