RI News. Trenggalek – Di tengah suasana lebaran yang penuh makna, ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dari Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV, raja Keraton Surakarta Hadiningrat, kini tampil di berbagai sudut strategis Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Banner dan spanduk berisi pesan khusus itu dipasang di ruang-ruang publik dengan lalu lintas tinggi, mulai dari pusat kota hingga persimpangan jalan utama, sehingga mudah dilihat dan dirasakan oleh warga yang sedang merayakan kemenangan.
Pemasangan ucapan ini bukan sekadar formalitas simbolik, melainkan upaya nyata menghadirkan doa restu langsung dari pusat kebudayaan Jawa tersebut kepada masyarakat Trenggalek. Koordinator pelaksana kegiatan, RT Aryoko, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari niat menyampaikan pangestu (restu) dalem kepada seluruh penduduk di momentum suci Idul Fitri.
“Ucapan ini merupakan wujud pangestunipun dalem dari Ingkang Sinuhun kepada masyarakat Trenggalek, agar perayaan Idul Fitri berlangsung dengan penuh keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan,” ujar Aryoko saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, pemilihan lokasi strategis dilakukan secara sengaja agar pesan budaya dan spiritual dari Keraton dapat menjangkau lapisan masyarakat secara lebih luas. Langkah ini sekaligus menjadi sarana mengintegrasikan nilai-nilai luhur adat Jawa ke dalam ruang publik sehari-hari, di tengah arus modernisasi yang kian pesat.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, KRT A.T. Hadipuro yang akrab disapa Pangarso di Trenggalek, menyambut positif kehadiran ucapan tersebut. Menurutnya, hal ini mencerminkan adanya peningkatan kesadaran kolektif akan pentingnya melestarikan budaya dan adat istiadat Jawa.
“Ini menunjukkan penghargaan masyarakat terhadap budaya dan adat Jawa semakin meningkat. Sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai-nilai adiluhung di tengah perkembangan zaman,” tuturnya.
Baca juga : Jokowi Lanjutkan Tradisi Bagi Sembako dan Santunan Tunai di Solo Jelang Lebaran 2026
Keraton Surakarta Hadiningrat, sebagai salah satu pilar utama kebudayaan Jawa yang berakar dari era Mataram Islam, terus menjalankan peran historisnya dalam merawat tradisi, nilai luhur, dan simbol-simbol kejawen. Kehadiran pesan Idul Fitri di Trenggalek dinilai memperkuat ikatan kultural antara institusi keraton dengan komunitas di wilayah Jawa Timur, sekaligus mengingatkan bahwa nilai-nilai tradisional tetap relevan sebagai penyejuk di era kontemporer.
Dengan pemasangan ini, masyarakat Trenggalek tak hanya merayakan Idul Fitri secara keagamaan, tetapi juga merasakan sentuhan kehangatan budaya Jawa yang diwariskan lintas generasi.
Pewarta: Sugeng

