RI News. Lima Puluh Kota — Kecelakaan tunggal kembali menimpa kawasan jalan lintas Sumatera yang terkenal rawan di Kelok 9. Rabu (8/4/2026) dini hari, sebuah truk colt diesel yang melaju dari arah Pekanbaru mengalami insiden setelah salah satu ban belakangnya terlepas secara mendadak.
Kendaraan bermuatan dingin tersebut langsung kehilangan kendali, oleng ke sisi jalan, menabrak pembatas beton, dan akhirnya terguling sebelum jatuh ke dalam jurang yang curam di dekat jembatan sebelum flyover Kelok 9, dari arah Payakumbuh. Lokasi kejadian berada di Jalan Payakumbuh–Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Dua orang yang berada di dalam truk berhasil selamat meski mengalami luka-luka. Warga sekitar yang mendengar suara benturan segera turun tangan melakukan evakuasi secara manual menggunakan tali tambang. Proses penyelamatan berlangsung cukup dramatis mengingat medan yang sulit dan gelapnya suasana dini hari. Setelah berhasil dievakuasi, kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai identitas lengkap korban maupun kondisi kesehatan terkini mereka. Polisi lalu lintas setempat masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti insiden, termasuk kemungkinan faktor kelelahan pengemudi atau kondisi teknis kendaraan.
Kelok 9 memang dikenal sebagai salah satu ruas jalan paling menantang di Sumatera. Dengan tikungan tajam, kemiringan curam, serta jurang yang menganga di sisi kanan-kiri, kawasan ini sering menjadi lokasi kecelakaan, terutama pada malam hingga dini hari ketika visibilitas rendah dan kabut kerap turun. Banyak pengemudi truk lintas provinsi yang melewati jalur ini tanpa istirahat cukup, sehingga meningkatkan risiko hilang kendali.
Kepala Traffic Management Center Polres Lima Puluh Kota mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan berat, untuk selalu memeriksa kondisi ban dan rem sebelum memasuki kawasan Kelok 9. “Kurangi kecepatan, jaga jarak aman, dan istirahat jika merasa lelah. Keselamatan jauh lebih penting daripada waktu tempuh,” ujarnya.
Insiden ini menjadi pengingat kembali bahwa meski flyover Kelok 9 telah dibangun untuk memperlancar arus, titik-titik rawan di sekitarnya tetap memerlukan kewaspadaan ekstra. Warga dan pengguna jalan diharapkan saling mengingatkan agar tragedi serupa tidak terulang.
Pewarta: Jum Aini

