Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Transformasi Politik Ahmed Al-Sharaa dan Reposisi Geopolitik Timur Tengah: Dari Tahanan AS ke Mitra Strategis Abraham Accord

Transformasi Politik Ahmed Al-Sharaa dan Reposisi Geopolitik Timur Tengah: Dari Tahanan AS ke Mitra Strategis Abraham Accord

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 bulan ago 3 min read
Transformasi Politik Ahmed Al-Sharaa dan Reposisi Geopolitik Timur Tengah- Dari Tahanan AS ke Mitra Strategis Abraham Accord
Silahkan bagikan ke media anda ...

“Tawaran Amerika Serikat kepada Suriah untuk bergabung dalam Abraham Accord mencerminkan strategi jangka panjang untuk menetralkan poros perlawanan di Timur Tengah melalui jalur diplomatik, bukan militer.”

RI News Portal. Jakarta 15 Mei 2025 – Dalam rentang dua dekade, lanskap politik Timur Tengah mengalami transformasi yang luar biasa. Salah satu figur kunci yang menandai perubahan tersebut adalah Ahmed Al-Sharaa. Dari mantan buronan paling dicari oleh Amerika Serikat hingga bersalaman dengan Presiden AS di Riyadh pada 14 Mei 2025, perjalanan Al-Sharaa menandai titik balik signifikan dalam hubungan geopolitik Suriah-Amerika Serikat. Tulisan ini menganalisis pergeseran posisi Al-Sharaa dalam konteks perubahan strategis kawasan, serta prospek keterlibatan Suriah dalam Abraham Accord.

Transformasi politik yang dialami oleh Ahmed Al-Sharaa, kini Presiden Republik Suriah, menjadi simbol dari dinamika global yang kian kompleks dan penuh paradoks. Pada 14 Mei 2005, ia ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat di Irak atas tuduhan terorisme dan afiliasi dengan kelompok bersenjata anti-Barat. Dua dekade kemudian, pada tanggal yang sama di tahun 2025, ia tampak bersalaman hangat dengan Presiden Donald J. Trump dalam pertemuan bilateral di Riyadh, Arab Saudi. Momen ini menandai perubahan besar dalam politik luar negeri AS serta pergeseran posisi strategis Suriah pasca rezim Bashar al-Assad.

Ahmed Al-Sharaa dikenal sebagai tokoh oposisi militan yang sebelumnya dikategorikan sebagai ancaman keamanan oleh Amerika Serikat. Bahkan, pemerintah AS sempat menawarkan hadiah sebesar 10 juta dolar AS bagi siapa pun yang berhasil menangkapnya. Namun, pasca konflik internal Suriah dan jatuhnya rezim Bashar al-Assad, Al-Sharaa muncul sebagai figur kunci dalam konsolidasi kekuatan oposisi yang kemudian bertransformasi menjadi pemerintahan transisi.

Dengan dukungan regional dari Turki dan Qatar serta proses rekonsiliasi internal yang difasilitasi oleh Liga Arab, Al-Sharaa berhasil membangun legitimasi internasional secara bertahap. Kesuksesannya memimpin rekonstruksi pasca-konflik serta stabilisasi pemerintahan baru menjadikannya tokoh sentral dalam politik regional kontemporer.

Pertemuan antara Al-Sharaa dan Donald Trump di Riyadh pada 14 Mei 2025 menjadi titik kulminasi rekonsiliasi politik antara Suriah dan Amerika Serikat. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Trump menyebut Al-Sharaa sebagai “pemimpin sejati” dan memuji kepemimpinannya dalam menjatuhkan rezim Assad. Lebih jauh, Trump menyampaikan harapan agar Suriah di bawah kepemimpinan Al-Sharaa dapat bergabung dalam Abraham Accord —sebuah perjanjian regional yang dimediasi oleh AS untuk normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan Israel.

Baca juga : Menghidupkan Sejarah: Tuan Rondahaim Saragih Kembali Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional dari Sumatera Utara

Abraham Accord pertama kali ditandatangani pada 15 September 2020 antara Israel, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, dan kemudian diikuti oleh Maroko dan Sudan. Perjanjian ini mengindikasikan pergeseran paradigma dari konfrontasi ke arah diplomasi pragmatis dalam dunia Arab.

Menanggapi tawaran tersebut, Al-Sharaa menyatakan bahwa meski bersedia mempertimbangkan integrasi Suriah ke dalam perjanjian, negaranya “masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.” Hal ini mengisyaratkan kehati-hatian Suriah dalam mengambil langkah diplomatik yang sensitif secara historis dan ideologis.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan kembali dukungannya terhadap gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Ankara pada Selasa (13/5). Erdogan mengatakan bahwa Turki tengah meningkatkan upaya diplomatiknya untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi.

Transformasi Al-Sharaa tidak hanya penting secara simbolik, tetapi juga strategis. Bergabungnya Suriah ke dalam Abraham Accord akan memiliki dampak besar terhadap geopolitik kawasan. Suriah, yang sebelumnya menjadi basis resistensi terhadap Israel dan Barat, kini berpotensi menjadi mitra dalam stabilisasi kawasan.

Namun demikian, tantangan tetap besar. Secara internal, Suriah masih berjuang dengan rekonstruksi ekonomi dan trauma sosial pasca-perang. Secara eksternal, resistensi dari kelompok-kelompok pro-Iran dan rival regional seperti Hizbullah bisa menghambat langkah diplomatik ini.

Ahmed Al-Sharaa merupakan representasi nyata dari perubahan zaman dalam politik Timur Tengah. Dari figur antagonis menjadi tokoh sentral dalam rekonsiliasi kawasan, narasinya mencerminkan bagaimana kepentingan geopolitik dapat mengaburkan batas-batas lama antara “musuh” dan “sekutu”. Langkah Suriah ke arah keterlibatan dalam Abraham Accord, bila terealisasi, akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Timur Tengah yang lebih pragmatis dan multilateral.

Pewarta : Yogi Hilmawan

Baca Berita lain >>>>>>>>>>>
#rinewsadvertaising, #iklanrinews, #ruangiklan, #terkinirinews,
#beritarinews, #viralrinews, #updaterinews, #inforinews,
#beritarepublikindonesia, #beritaindonesia, #republikindonesianews,
#indonesianews, #republicindonesianews, #republicindonesiannews,
#beritacepat, #beritabaru, #ri_news, #republikindonesiaportal, #pertalberitaindonesia,
#rinewsportal, #republikindonesiaportal, #republicindonesianewsportal, #republicindonesianportal

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Menghidupkan Sejarah: Tuan Rondahaim Saragih Kembali Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional dari Sumatera Utara
Next: Penyesuaian Gaji dan Tunjangan Prajurit TNI dalam Konteks Pengabdian dan Karier Profesional

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.