RI News. Sragen – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung terhadap hasil proyek pengaspalan jalan di Dukuh Gendol, Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Kunjungan tersebut menjadi simbol konkret dari komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur dasar di wilayah pedesaan, khususnya untuk mendukung mobilitas masyarakat dan perekonomian lokal.
Sebelumnya, jalan di Dukuh Gendol berada dalam kondisi rusak parah. Permukaan yang bergelombang dan tidak rata sering kali menghambat aktivitas sehari-hari warga, mulai dari distribusi hasil bumi hingga akses sosial dan ekonomi. Upaya perbaikan mandiri yang dilakukan masyarakat melalui swadaya hanya menghasilkan rabat beton sederhana yang cepat rusak dan terkelupas seiring waktu.
“Kondisi awalnya memang sulit. Awalnya hanya rabat beton hasil swadaya warga. Lama-kelamaan terkelupas, permukaannya tidak rata dan bergelombang,” ujar Sekretaris Desa Mojokerto, Surono, saat memberikan keterangan di lokasi.

Kini, melalui intervensi program pemerintah pusat, ruas jalan tersebut telah dilapisi aspal berkualitas yang memberikan permukaan mulus dan tahan lama. Perubahan ini langsung dirasakan manfaatnya oleh warga setempat.
“Sekarang jalannya sudah mulus dan baik. Masyarakat tentu merasa puas dan bersyukur,” tambah Surono, yang dikutip dari keterangan resmi BPMI Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Peninjauan Gibran di lapangan tidak hanya memastikan realisasi bantuan tersebut, tetapi juga menjadi momentum untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Kehadiran Wakil Presiden disambut antusiasme tinggi oleh ratusan warga Desa Mojokerto yang rela menunggu sejak pagi hari. Banyak di antara mereka menyatakan keinginan untuk bertemu langsung dengan pemimpin nomor dua RI tersebut guna menyampaikan harapan akan kelanjutan pembangunan infrastruktur di desa mereka.
Fokus pemerintahan saat ini pada infrastruktur pedesaan diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik, meningkatkan efisiensi transportasi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput. Proyek pengaspalan di Dukuh Gendol menjadi salah satu contoh kecil namun bermakna dari upaya besar tersebut, di mana intervensi pusat melengkapi keterbatasan sumber daya lokal.
Dengan pendekatan yang lebih responsif dan berbasis kebutuhan lapangan, langkah ini diharapkan dapat menjadi model bagi percepatan pembangunan infrastruktur serupa di berbagai desa lain di Indonesia, sehingga kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan dapat terus dikurangi. Warga pun kini menantikan dampak jangka panjang dari jalan yang lebih baik ini terhadap kesejahteraan mereka sehari-hari.
Pewarta : Rendro P

