RI News Portal. Balapulang, Tegal – Duka mendalam menyelimuti keluarga dan warga sekitar setelah seorang remaja berusia 15 tahun bernama M. Nurkholis bin Wirya ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Gung, Minggu pagi (8/2/2026). Korban, warga Desa Kalipucang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, terseret arus deras sehari sebelumnya saat bersama tiga rekannya mencari ikan di kawasan Bendungan Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.
Kejadian nahas itu terjadi pada Sabtu sore (7/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, debit air Sungai Gung tengah meningkat akibat musim hujan, membuat arus mengalir dengan kecepatan tinggi. Menurut keterangan saksi mata, korban diduga terpeleset di tepian bendungan dan langsung jatuh ke dalam sungai. Dalam sekejap, tubuhnya terseret ke tengah aliran yang deras.
“Teman-temannya langsung berteriak minta tolong dan berusaha menjangkau, tapi arus terlalu kuat. Semuanya berlangsung sangat cepat,” ujar seorang warga yang berada di dekat lokasi saat kejadian.

Rekan korban sempat melihat tubuhnya melayang sekitar 100 meter dari titik jatuh sebelum akhirnya hilang dari pandangan. Panik melanda, mereka segera melaporkan kejadian kepada warga sekitar yang kemudian meneruskannya ke aparat desa dan tim pencarian.
Tim SAR gabungan segera dikerahkan, melibatkan personel Polsek Balapulang, Koramil Balapulang, BPBD Kabupaten Tegal, PMI Kabupaten Tegal, serta puluhan relawan dan masyarakat setempat. Pencarian dilakukan sepanjang malam dengan menyusuri tepian sungai menggunakan senter dan peralatan sederhana, meski medan gelap dan arus deras menyulitkan upaya.
“Begitu laporan masuk, kami langsung berkoordinasi dan turun ke lapangan untuk assessment serta membantu penyisiran bersama unsur terkait,” kata Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal, Sunarto.
Operasi sempat dihentikan sementara pada malam hari karena kondisi minim cahaya dan risiko tinggi. Pencarian kembali dilanjutkan Minggu pagi, hingga akhirnya jenazah korban ditemukan di bawah Jembatan Sungai Lebaksiu—beberapa kilometer dari lokasi awal kejadian. Tim gabungan segera mengevakuasi jenazah dan menyerahkannya kepada keluarga untuk dimakamkan.
Baca juga : Fenomena “Sanamania” Mengguncang Politik Jepang: Takaichi Taruhan Besar di Pemilu Dadakan
Warga setempat mengakui bahwa kawasan Bendungan Danawarih sering menjadi tempat favorit anak-anak dan remaja untuk mencari ikan, terutama di akhir pekan. Namun, saat musim hujan seperti sekarang, sungai berubah menjadi ancaman serius karena debit air bisa melonjak tiba-tiba.
“Kami sering mengingatkan anak-anak agar tidak mendekat kalau air sedang tinggi. Tapi kadang mereka nekat karena ingin dapat ikan banyak,” tutur seorang warga senior di sekitar bendungan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden serupa di sungai-sungai wilayah Jawa Tengah bagian utara selama musim hujan. Pihak berwenang dan tokoh masyarakat kembali menegaskan imbauan agar orang tua lebih ketat mengawasi anak-anak, serta menghindari aktivitas di tepi sungai atau bendungan ketika curah hujan tinggi.
“Kami prihatin dengan kejadian ini. Sungai Gung memang indah, tapi potensi bahayanya besar saat debit meningkat. Mari jadikan ini pelajaran agar tidak ada korban lagi,” pungkas salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Pewarta: Ikhwanudin

