RI News. Melawi – Sebuah insiden pilu menimpa seorang remaja berinisial HD (14 tahun), santri Pondok Pesantren Tahfidz Bustanul Qur’an, yang diduga tenggelam di aliran Sungai Pinoh, Dusun Nusa Indah, Desa Kenual, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kejadian bermula pagi itu ketika korban bersama 12 teman sepesantrennya selesai melaksanakan salat duha di pondok. Sekelompok remaja itu kemudian berjalan kaki menempuh jarak sekitar tiga kilometer menuju Sungai Pinoh untuk mandi. Mereka tiba di tepi sungai sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung memasuki air.
Menurut keterangan saksi mata yang berada di lokasi, korban tiba-tiba terseret arus deras menuju bagian tengah sungai yang memiliki kedalaman signifikan. Saksi sempat berupaya menolong, namun tidak mampu berenang. Ia lalu berteriak meminta pertolongan kepada teman-temannya yang berada agak jauh, “Tolong Harda, abang saya tenggelam!” Namun, karena jarak dan kecepatan arus, upaya penyelamatan tidak berhasil, dan korban hilang ditelan sungai.

Informasi hilangnya remaja itu cepat menyebar, hingga IPDA Yakin Puas, S.H., Pamapta Polres Melawi, bersama personel piket langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP). Mereka berkoordinasi dengan warga setempat untuk memulai pencarian.
Hingga Jumat (13/3/2026) sore, operasi pencarian masih berlangsung intensif oleh tim gabungan yang melibatkan personel Polsek Nanga Pinoh, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi, pengurus serta santri Pondok Pesantren Tahfidz Bustanul Qur’an, serta puluhan warga sekitar. Mereka menyisir tepian sungai, area hilir, dan titik-titik potensial dengan harapan menemukan korban dalam keadaan selamat.
Baca juga : Kapolres Melawi Tekankan Operasi Kemanusiaan di Balik Pengamanan Mudik Lebaran 2026
Sungai Pinoh dikenal memiliki arus yang cukup kuat, terutama pada musim tertentu, sehingga menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar aliran air. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak dan remaja ketika berada di dekat sungai, serta pengetahuan dasar keselamatan air bagi kelompok usia muda.
Pihak kepolisian dan tim SAR setempat terus memperbarui perkembangan pencarian. Masyarakat diminta memberikan informasi jika melihat tanda-tanda atau barang yang diduga milik korban.
Pewarta: Lisa Susanti

