RI News. Trenggalek – Lalu lintas menjelang maghrib, ratusan paket takjil berpindah tangan dengan cepat di dua titik sentral Kota Trenggalek hari ini. Di bawah bayang-bayang Patung Garuda yang ikonik serta di kawasan Pasar Pon yang ramai, masyarakat menerima hidangan berbuka puasa secara cuma-cuma dari relawan Kadang DEKAT (Dewan Kebudayaan dan Adat Trenggalek).
Aksi sosial ini bukan sekadar pembagian makanan ringan, melainkan perwujudan nyata dari semangat lintas budaya dan lintas keyakinan yang selama ini menjadi ciri khas forum tersebut. Ratusan paket takjil—mulai dari kurma segar, kolak pisang hangat, hingga aneka gorengan—dibagikan kepada para pengguna jalan, pedagang kaki lima, serta warga yang kebetulan melintas di momen menjelang azan berbuka.
Perwakilan pengurus Kadang DEKAT menekankan bahwa kegiatan ini lahir dari kolaborasi erat antar-komunitas yang tergabung dalam wadah tersebut, ditambah keterlibatan sahabat dari berbagai latar belakang agama. “Perbedaan suku, budaya, maupun agama yang kami miliki justru menjadi modal utama untuk saling menguatkan. Di bulan Ramadan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kebersamaan bisa dirajut melalui hal-hal sederhana seperti berbagi takjil,” ujar salah seorang perwakilan yang ikut terlibat langsung di lapangan.

Suasana di kedua lokasi terasa hangat. Banyak penerima takjil yang menyempatkan diri berbincang sejenak dengan para relawan, saling bertukar cerita tentang puasa hari itu atau sekadar mengucapkan terima kasih. Bagi sebagian warga, momen ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan sehari-hari, masih ada ruang untuk gotong royong dan kepedulian sosial yang tulus.
Kadang DEKAT berencana menjadikan inisiatif semacam ini sebagai agenda rutin, tidak hanya di bulan puasa. Tujuannya lebih dari sekadar membantu kebutuhan sesaat; mereka ingin terus merawat nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebersamaan yang telah mengakar kuat di masyarakat Trenggalek. Melalui aksi-aksi kecil seperti ini, forum yang menghimpun berbagai komunitas adat dan budaya tersebut berharap dapat terus memperkokoh ikatan sosial di kabupaten ini.
Baca juga : Kapolres Gunungkidul Ingatkan Lurah Waspadai Jebakan Hukum di Balik Ketidaktahuan Administrasi
Kegiatan berbagi takjil lintas komunitas ini menjadi salah satu wujud konkret bagaimana warisan budaya dan adat dapat hidup dalam praktik sehari-hari, sekaligus menguatkan harmoni sosial di tengah keberagaman.
Pewarta: Sugeng

