RI News. Wonogiri – Pagi Senin (9/3/2026) sekitar pukul 06.25 WIB, jalur lurus Jalan Raya Wonogiri–Ngadirojo kembali menjadi saksi kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan berbeda kelas. Insiden di depan Sekolah Islam Al-Azhar Cairo, Kelurahan Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, ini menewaskan nol korban jiwa namun menyisakan empat orang luka ringan—semuanya penumpang mobil Honda Mobilio—dan kerugian materiil sekitar Rp5 juta.
Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Wonogiri AKP Julius Marlon Gawe, kronologi bermula dari pergerakan Honda Mobilio bernopol AD-1457-HI yang dikemudikan Daryatmo (54), warga Girimarto. Kendaraan itu melaju dari arah Ngadirojo menuju Wonogiri, diikuti sepeda motor Suzuki Smash AD-6286-NG yang dikendarai Candra Adi Setiawan (19), seorang pelajar asal Ngadirojo. Di saat yang sama, dari arah berlawanan meluncur truk Hino S-9734-UE yang dikemudikan Much. Yasin (47), warga Rembang.
“Jalan di lokasi tersebut memang lurus dan relatif datar, kondisi ideal untuk kecepatan stabil. Namun, mobil Honda Mobilio tiba-tiba bergerak terlalu ke kanan hingga memasuki jalur berlawanan. Jarak sudah terlalu dekat sehingga tabrakan dengan truk tidak bisa dihindari,” ujar AKP Julius.

Benturan keras itu membuat Honda Mobilio terpental ke belakang dan kemudian menghantam sepeda motor Suzuki Smash yang berada tepat di barisan belakangnya. Akibatnya, terjadi rangkaian tabrakan beruntun yang khas pada jalur dengan lalu lintas campuran kendaraan berat, ringan, dan roda dua.
Keempat korban luka ringan seluruhnya merupakan penumpang Honda Mobilio, yaitu Kart i (72) yang mengalami luka di kepala, Sutiyanti (53) dengan patah tulang kaki kiri, Marijo (74) yang mengalami kombinasi luka kepala dan patah tulang kaki kiri, serta Leni Martina Sari (39) dengan luka di kepala. Mereka langsung dilarikan ke RS Hermina Wonogiri untuk perawatan medis dan hingga kini kondisinya stabil.
Analisis awal petugas menunjukkan bahwa faktor utama adalah kurangnya antisipasi pengemudi terhadap pergerakan samping di jalur lurus, ditambah potensi kelelahan pagi hari atau distraksi kecil yang sering terjadi pada jam sibuk menuju pusat kota Wonogiri. Jalur Wonogiri–Ngadirojo sendiri dikenal sebagai salah satu segmen dengan tingkat kerawanan tinggi di Kabupaten Wonogiri, terutama karena kombinasi lalu lintas truk pengangkut barang, kendaraan pribadi, dan pelajar yang berangkat sekolah.
Polres Wonogiri menegaskan bahwa tidak ada indikasi pelanggaran berat seperti kelebihan muatan atau pengaruh alkohol pada ketiga pengemudi. Namun, pihak kepolisian kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada jam-jam padat pagi antara pukul 06.00–08.00 WIB. “Kepatuhan terhadap marka jalan, jaga jarak aman, dan hindari pergerakan mendadak adalah kunci mencegah insiden serupa. Keselamatan bukan hanya tanggung jawab pribadi, melainkan tanggung jawab kolektif di jalan raya,” tegas AKP Julius.
Kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa meski tidak menelan korban jiwa, dampak luka pada kelompok usia lanjut dapat berlangsung lama dan membebani keluarga serta sistem kesehatan lokal. Petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk melengkapi laporan resmi dan rekomendasi pencegahan jangka panjang bagi jalur tersebut.
Pewarta: Nandang Bramantyo

