RI News, Wonogiri – Selasa, 13 Oktober 2026. Musim kemarau 2026 meninggalkan catatan kelam bagi Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Sepanjang periode tersebut, tercatat 150 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan lahan seluas 695,98 hektare.
Angka itu dihimpun oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama. Menurut dia, kebakaran hampir selalu terjadi setiap kali kemarau panjang tiba, dengan pemicu yang beragam.
Faktor pertama adalah kondisi alam. Suhu panas dan luasnya kawasan hutan serta lahan di Wonogiri membuat vegetasi mudah mengering. “Ketika ada pantikan api atau bahkan gesekan-gesekan pun, memungkinkan untuk terjadinya kebakaran,” ujar Fuad kepada wartawan.
Faktor kedua adalah kelalaian manusia. Fuad menyebut kebiasaan membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, dan tidak mengawasi api hingga padam sebagai penyebab api menjalar ke hutan dan lahan di sekitarnya. Angin yang bertiup cukup kencang pada musim ini turut mempercepat pembesaran api dan penyebarannya ke area yang lebih luas.

Sebagian besar lahan terbakar merupakan milik Perhutani, terutama yang berada di kawasan perbukitan. Medan yang sulit dijangkau membuat api sering tidak terdeteksi sejak awal. “Tahu-tahu sudah membesar,” kata Fuad. Sisanya terjadi di lahan sekitar permukiman warga.
Seluruh data 150 kejadian tersebut berasal dari laporan warga dan Perhutani. Meski terjadi berulang kali, tidak ada korban jiwa dalam rangkaian peristiwa ini.
Terkait kerugian material, BPBD bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan Perhutani masih menaksir nilainya. Proses pemulihan lahan juga masih dalam tahap koordinasi, termasuk menentukan perlu tidaknya reboisasi. Menurut Fuad, tidak semua hutan dan lahan yang terbakar berubah menjadi gundul, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi tiap lokasi.
Untuk mencegah kejadian serupa, BPBD memperkuat edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan pemerintah di tingkat paling bawah, mulai dari RT, RW, hingga pemerintah desa. Warga diimbau tidak membuat api sembarangan selama kemarau. “Dijaga apinya sampai padam atau jangan membuat api sama sekali terlebih dahulu. Ini demi kebaikan kita bersama,” tutur Fuad.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #KarhutlaWonogiri, #BPBDWonogiri, #KemarauPanjang2026, #KebakaranHutan, #KebakaranLahan, #Perhutani, #MitigasiBencana, #JawaTengah,
