RI News. Semarang – Bintang sepak bola Portugal Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan kedekatannya dengan budaya Timur Tengah melalui ucapan hangat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pada Jumat, 20 Maret 2026, pemain Al Nassr itu mengunggah pesan pribadi di akun Instagram resminya @cristiano, yang langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar global.
Dalam unggahan tersebut, Ronaldo menyampaikan, “Selamat Idul Fitri untuk semua, semoga kalian menikmati hari istimewa bersama keluarga dan orang-orang tercinta. Semoga kalian semua dilimpahi kedamaian dan kebahagiaan.” Pesan sederhana namun penuh makna itu disertai foto dirinya mengenakan thobe berwarna hitam dengan motif unik yang mengingatkan pada corak batik, menambah kesan hormat dan adaptasi terhadap tradisi lokal.
Penampilan Ronaldo dalam jubah tradisional Arab itu memicu beragam respons dari netizen. Sebagian penggemar memuji sikap inklusifnya, sementara lainnya secara ringan mempertanyakan latar belakang keagamaannya—meski Ronaldo diketahui tetap memeluk agama Katolik hingga saat ini. Reaksi tersebut mencerminkan bagaimana kehadiran seorang atlet kelas dunia di lingkungan mayoritas Muslim sering kali memunculkan diskusi lintas budaya.

Kedekatan Ronaldo dengan masyarakat Arab Saudi bukan hal baru. Sejak bergabung dengan Al Nassr pada akhir 2022 setelah meninggalkan Manchester United, ia kerap terlihat menggunakan salam “Assalamualaikum” dalam interaksi sehari-hari dengan rekan setim dan staf klub. Ia juga sering mengenakan gamis atau pakaian tradisional saat berada di luar lapangan, menandakan upaya menghormati dan beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Lebih dari itu, mantan pemain Al Nassr Shaye Sharahili pernah mengungkap dalam sebuah podcast olahraga bahwa Ronaldo sempat mencoba menjalani puasa Ramadan selama dua hari. Menurut Sharahili, aksi tersebut murni sebagai bentuk rasa ingin tahu dan penghargaan terhadap pengalaman rekan-rekannya yang Muslim, bukan kewajiban ibadah. “Ia ingin merasakan bagaimana rasanya berpuasa seperti yang dilakukan pemain Muslim di tim,” ujar Sharahili, menyoroti sikap terbuka Ronaldo terhadap tradisi lokal.
Di tengah jadwal kompetisi Liga Arab Saudi yang padat, gestur Ronaldo ini menjadi simbol harmoni budaya di dunia olahraga modern. Kehadirannya tidak hanya memperkaya performa di lapangan, tetapi juga memperkuat ikatan antarindividu lintas latar belakang—sesuatu yang semakin relevan di era globalisasi saat ini. Ucapan Idul Fitri tahun ini pun menjadi pengingat bahwa sepak bola tak hanya tentang gol dan trofi, melainkan juga tentang saling menghormati dan berbagi kebahagiaan.
Pewarta : Setiawan Wibisono

