RI News Portal. Jembrana – Polres Jembrana telah mengambil langkah proaktif dalam rangka mengamankan arus mudik dan penyeberangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang diperkirakan jatuh sekitar 21-22 Maret 2026. Kesiapan dini ini ditandai dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi Awal Pengamanan Operasi Ketupat 2026 di ruang VVIP ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 11.10 WITA.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, S.H., S.I.K., M.I.K., dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polres Jembrana serta perwakilan stakeholder kunci, termasuk manajemen PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gilimanuk, UPP Kelas II Gilimanuk, BPTD Wilayah Bali, dan unsur pengamanan pelabuhan. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan volume kendaraan serta penumpang di salah satu pintu gerbang utama penyeberangan Jawa-Bali.
Dalam arahannya, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menekankan urgensi persiapan sejak dini mengingat momentum Idul Fitri tahun ini beririsan dengan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026. Persinggungan dua hari raya besar ini berpotensi menciptakan dinamika arus lalu lintas yang unik, di mana pemudik dari Bali ke Jawa diperkirakan meningkat tajam menjelang Nyepi, sementara arus balik pasca-Lebaran juga harus diantisipasi dengan matang.

“Kondisi tahun ini menghadirkan tantangan spesifik karena Lebaran berdekatan dengan Nyepi. Sinergi antar-stakeholder menjadi kunci utama untuk menjamin keamanan, kelancaran penyeberangan, serta keselamatan pelayaran di Pelabuhan Gilimanuk,” ujar Kapolres.
Ia juga mendorong PT ASDP untuk segera melaksanakan uji coba pola pengamanan terpadu bersama instansi terkait, paling lambat tiga minggu sebelum Idul Fitri. Langkah tersebut mencakup penyediaan buffer zone yang memadai guna mengurai antrean, serta optimalisasi sistem public address untuk memberikan informasi real-time kepada pemudik.
Kabag Ops Polres Jembrana Kompol I Wayan Suastika, S.H., menambahkan detail kesiapan fasilitas pendukung. Ia menyoroti perlunya penambahan toilet portable, tenda istirahat khusus bagi pemudik sepeda motor—termasuk di sekitar area Patung Buddha—serta penataan ulang gerai tiket online di terminal kargo agar lebih efisien dan mengurangi kemacetan di area pelabuhan.
Baca juga : Kesigapan Perwira Polisi Selamatkan Nyawa di Perlintasan Rel Semarang
Sementara itu, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol Arya Agung Arjana Putra, S.H., M.H., menggarisbawahi pentingnya penyelesaian isu jerambah yang sempat menjadi perbincangan di masyarakat. Ia menegaskan komitmen bersama untuk mencegah praktik oknum yang memberikan prioritas masuk bagi kendaraan tertentu, sehingga proses penyeberangan berjalan adil dan transparan.
Dari sisi operator pelabuhan, Manager Usaha PT ASDP Gilimanuk Didi Juliansyah menyatakan kesiapan penuh mendukung Operasi Ketupat 2026. Ia memproyeksikan puncak arus mudik terjadi pada 16-18 Maret 2026, dengan pola operasi padat yang sudah dimulai sejak H-7 atau sekitar 13 Maret 2026.
“Pelabuhan Gilimanuk menjadi prioritas karena faktor Lebaran yang berbarengan dengan Nyepi. Kami akan memaksimalkan sarana pendukung dan menjaga pelayanan tetap optimal sepanjang periode angkutan Lebaran,” katanya.
Rapat koordinasi ini mencerminkan pendekatan preventif dan kolaboratif Polres Jembrana dalam mengelola kawasan vital Pelabuhan Gilimanuk. Dengan sinergi yang dibangun sejak awal, diharapkan Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik maupun arus balik dengan rasa aman serta nyaman.
Pewarta : Kade NAL

