RI News Portal. Batang, Jawa Tengah – Kepolisian Resor (Polres) Batang, Jawa Tengah, mengambil langkah proaktif dengan menggelar pemeriksaan kesehatan langsung bagi warga yang terdampak banjir. Kegiatan ini bertujuan mencegah munculnya penyakit pasca-bencana, terutama infeksi kulit, gangguan pencernaan, dan komplikasi akibat stres fisik.
Kapolres Batang, AKBP Veronika, menegaskan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmen institusi kepolisian dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat di tengah situasi darurat. “Kami ingin memastikan warga yang terdampak tetap dalam kondisi sehat meskipun sedang menghadapi bencana,” ujarnya pada Minggu di lokasi terdampak.
Dari hasil pemeriksaan awal, sejumlah warga menunjukkan gejala tekanan darah tinggi yang diduga dipicu oleh kurangnya waktu istirahat dan ketegangan fisik akibat banjir. Keluhan lain yang dominan meliputi pegal-pegal pada tubuh, gatal-gatal pada kulit, serta diare. Tim medis kepolisian langsung memberikan obat-obatan sesuai indikasi yang ditemukan.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di rumah warga, tetapi juga menjangkau tempat pengungsian. Sekitar 20 pengungsi mendapat layanan kesehatan langsung, dengan gejala serupa yang segera ditangani melalui pemberian obat. “Kami sengaja menerjunkan tim ke lapangan agar deteksi dini bisa dilakukan dan penanganan bisa segera diberikan,” tambah AKBP Veronika, yang didampingi Kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Cipto Waluyo.
Menurut Cipto Waluyo, tim kesehatan Polres tetap dalam posisi siaga penuh, baik di markas maupun di lapangan, untuk merespons kebutuhan medis mendesak kapan pun dibutuhkan.
Baca juga : Kebersamaan TNI dan Masyarakat Wonogiri: Momen Silaturahmi di Tengah Pembangunan Jembatan Gantung Garuda
Salah satu warga terdampak, Hijriyah, mengisahkan bahwa kondisinya mulai menurun sejak malam sebelumnya akibat genangan air setinggi sekitar satu meter yang membuatnya sulit beristirahat. “Badan terasa demam dan tidak enak karena semalaman tidak tidur. Setelah diperiksa dan diberi obat oleh tim dokter, sekarang sudah jauh lebih baik,” katanya.
Langkah Polres Batang ini menunjukkan pendekatan terintegrasi antara penegakan hukum dan pelayanan kesehatan masyarakat dalam menghadapi risiko sekunder bencana alam, khususnya di wilayah rawan banjir seperti Kabupaten Batang. Upaya serupa diharapkan dapat menjadi contoh koordinasi lintas sektor untuk meminimalkan dampak kesehatan jangka pendek bagi korban banjir.
Pewarta : Ikhwanudin

