RI News. Semarang – Menyongsong lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 1447 H/2026, Polda Jawa Tengah kembali menghadirkan dua program inovatif unggulan dalam Operasi Ketupat Candi 2026. Kedua layanan ini dirancang khusus untuk meningkatkan aspek keselamatan dan keramahan pelayanan kepolisian, terutama bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor serta mereka yang memerlukan informasi perjalanan secara instan.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menjelaskan bahwa program Valet Ride kembali digelar setelah sukses pada tahun sebelumnya. Layanan ini menjadi alternatif perjalanan aman bagi pemudik roda dua yang melintasi wilayah Jawa Tengah, khususnya di segmen rawan kelelahan seperti jalur Cirebon-Brebes.
“Tahun lalu animo masyarakat sangat tinggi terhadap Valet Ride. Kami melihat program ini efektif mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan berkendara jarak jauh. Karena itu, tahun ini kami hadirkan kembali dengan peningkatan kapasitas,” ujar Kombes Artanto di Mapolda Jateng, Jumat (13/3/2026).

Pada pelaksanaan kali ini, titik keberangkatan tetap berada di kawasan Nasmoco, Brebes. Sepeda motor pemudik akan diangkut menggunakan kendaraan towing khusus, sementara para pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan bus yang disediakan hingga Kota Semarang. Untuk mengakomodasi minat yang semakin besar, Polda Jateng menambah armada menjadi 10 unit bus dan 10 unit towing per gelombang. Setiap hari, layanan ini menyediakan tiga gelombang keberangkatan, sehingga lebih fleksibel bagi pemudik.
Hingga kini, ratusan pendaftar telah tercatat melalui mekanisme online yang disiapkan secara gratis. Masyarakat diimbau mendaftar terlebih dahulu sebelum tiba di lokasi, guna memperlancar proses pelayanan.
Selain itu, inovasi digital turut diperkuat melalui Chatbot Si Polan (Sistem Informasi Polisi Lalu Lintas), yang terintegrasi dalam Travel Assistance Corridor (TAC) Ditlantas Polda Jawa Tengah. Layanan berbasis WhatsApp ini memungkinkan pemudik berkomunikasi secara real-time dengan petugas untuk mendapatkan informasi terkini.
Baca juga : Respons Sigap Sabhara Selamatkan Korban Tabrakan Motor di Jalan Poros Tengah Nanga Pinoh
Melalui chatbot tersebut, masyarakat dapat langsung menanyakan kondisi arus lalu lintas, rekomendasi rute tercepat dan alternatif, lokasi pos pengamanan serta pelayanan, rest area, hingga berbagai informasi kepolisian lainnya. Pendekatan ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada informasi konvensional dan membantu pemudik mengambil keputusan perjalanan yang lebih tepat.
“Si Polan hadir untuk memberikan akses cepat dan akurat. Pemudik cukup berinteraksi melalui pesan teks, dan petugas siap merespons secara langsung,” tambah Kombes Artanto.

Kedua program ini melengkapi berbagai fasilitas lain yang telah disiapkan, termasuk Call Center darurat 110 serta pos pengamanan dan pelayanan di sepanjang jalur mudik, termasuk rest area. Seluruh upaya tersebut mencerminkan komitmen Polda Jawa Tengah dalam mengedepankan safety dan hospitality.
“Dengan inovasi-inovasi ini, kami ingin memastikan setiap pemudik merasakan rasa aman dan nyaman sepanjang perjalanan di wilayah Jawa Tengah. Mudik bukan hanya tradisi, tapi juga momen berkumpul keluarga yang harus berjalan selamat dan berkah,” tegasnya.
Pewarta: Nandang Bramantyo

