RI News Portal. Wonogiri, 26 Desember 2025 – Perayaan Natal bersama yang diselenggarakan oleh Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wilayah Utara Wonogiri pada 25 Desember 2025 berlangsung dalam suasana khidmat, aman, dan penuh kehangatan kekeluargaan. Acara yang bertema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” ini menjadi simbol nyata bagaimana nilai-nilai spiritual dapat memperkuat ikatan keluarga di era modern yang sering kali diuji oleh dinamika sosial dan teknologi.
Digelar di Gedung Sasono Mulyo, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri, ibadah ini dihadiri sekitar 400 jemaat dari berbagai wilayah GKJ Wonogiri. Pendeta Sbastian Moor Hastomo menyampaikan khotbah yang menekankan kehadiran ilahi sebagai sumber penyelamatan bagi unit keluarga, mengingatkan bahwa keluarga merupakan fondasi utama masyarakat yang harmonis. Tema ini relevan dengan konteks nasional, di mana persekutuan gereja-gereja Indonesia sering menyoroti pentingnya membangun komunikasi dan kehangatan dalam rumah tangga untuk menghadapi tantangan kontemporer.

Aspek keamanan menjadi sorotan utama dalam perayaan ini, mencerminkan komitmen aparat kepolisian setempat dalam menjamin kebebasan beragama sebagai hak konstitusional. Sebelum acara dimulai, tim dari Polsek Selogiri bersama personel Polres Wonogiri melakukan sterilisasi menyeluruh di dalam dan luar gedung. Pemeriksaan tersebut tidak menemukan indikasi ancaman, sehingga lokasi dinyatakan aman untuk pelaksanaan ibadah.
Kapolsek Selogiri, AKP Setiyono, menyatakan bahwa pengamanan dilakukan secara intensif selama seluruh rangkaian acara, dengan personel yang ditempatkan secara melekat untuk monitoring. “Pendekatan ini memastikan semua berjalan tertib dan lancar hingga akhir,” ujarnya, menekankan pentingnya koordinasi preventif dalam menjaga ketentraman masyarakat.
Baca juga : Menekraf Teuku Riefky Harsya Tanamkan Nilai Kepemimpinan kepada Generasi Muda dalam Kunjungan Inspiratif
Lebih lanjut, Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, yang mewakili Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, menegaskan bahwa upaya pengamanan ini merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi hak beribadah setiap warga. “Kami berkomitmen memberikan rasa aman sehingga umat dapat merayakan momen suci ini dengan khusyuk dan nyaman,” katanya. Ia juga mengapresiasi kontribusi panitia, jemaat, dan masyarakat sekitar yang aktif menjaga ketertiban, yang menjadi kunci suksesnya acara.
Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga manifestasi toleransi beragama di Wonogiri, di mana keragaman budaya dan keyakinan hidup berdampingan secara damai. Pengamanan serupa akan terus diterapkan selama periode Natal dan Tahun Baru, sebagai bagian dari strategi broader untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut.

Acara semacam ini mengingatkan kita pada nilai esensial pluralisme di Indonesia, di mana kebebasan beribadah menjadi pilar utama persatuan bangsa.
Pewarta: Nandang Bramantyo

