RI News. Kudus – Dunia bisnis Indonesia berduka atas kepergian salah satu tokoh industri terkemuka, Michael Bambang Hartono. Pengusaha kelahiran 2 Oktober 1939 itu menghembuskan napas terakhir di Singapura pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 13.15 waktu setempat, di usia 86 tahun.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak perusahaan melalui pernyataan resmi. “Keluarga besar PT Djarum berduka cita mendalam atas wafatnya pimpinan kami, Pak Michael Bambang Hartono,” demikian bunyi pernyataan yang disampaikan oleh perwakilan senior urusan hubungan masyarakat di Kudus, Kamis sore.
Jenazah almarhum saat ini masih dalam proses pemulangan dari Singapura ke Indonesia. Sementara itu, keluarga tengah menggelar rapat internal untuk menentukan lokasi persemayaman dan pemakaman. Meski almarhum lebih sering bermukim di Jakarta sepanjang hidupnya, akar keluarga Hartono terletak kuat di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, tempat kelahiran ayahnya, Oei Wie Gwan—pendiri awal bisnis rokok kretek yang kemudian berkembang menjadi PT Djarum.

“Rencana pemakaman akan dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah, namun detail lokasi dan jadwal persisnya masih dirapatkan keluarga,” ujar sumber terdekat yang mengetahui prosesi tersebut. Saudara-saudara terdekat almarhum sendiri kini tersebar di berbagai daerah, meski rumah keluarga besar di Rembang tetap terjaga hingga kini.
Bersama adiknya, Robert Budi Hartono, Michael Bambang Hartono memimpin transformasi Djarum dari usaha keluarga menjadi salah satu raksasa industri nasional. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan tidak hanya mengukuhkan posisi di sektor tembakau, tetapi juga memperluas jejak ke berbagai bidang investasi.
Di luar dunia usaha, warisan almarhum tercermin melalui kiprah filantropi Djarum Foundation yang ia dukung secara konsisten. Pilar lingkungan menjadi salah satu fokus utama, terlihat dari program masif penanaman pohon trembesi di sepanjang jalur Pantura Jawa—upaya yang membantu mengurangi dampak panas dan emisi di wilayah pesisir.
Di ranah olahraga, kontribusinya tak terbantahkan. Pembinaan bulu tangkis telah melahirkan generasi atlet kelas dunia, sementara dukungan terhadap cabang sepak bola wanita, panahan, serta atletik sejak usia dini turut memperkaya prestasi olahraga nasional.
Bidang pendidikan juga mendapat perhatian besar melalui berbagai inisiatif “Bakti Pendidikan”. Program beasiswa plus, peningkatan kualitas SMK, pelatihan guru, perbaikan infrastruktur sekolah, hingga pengembangan kurikulum berbasis industri menjadi bukti komitmen jangka panjang. Di sisi seni budaya, inisiasi festival teater pelajar telah membuat generasi muda lebih akrab dengan dunia panggung.
Kepergian Michael Bambang Hartono menutup satu babak penting dalam sejarah entrepreneurship Indonesia. Namun, fondasi yang dibangunnya—baik di bisnis maupun kontribusi sosial—diprediksi akan terus hidup melalui generasi penerus dan lembaga yang ia bentuk. Keluarga, rekan bisnis, serta masyarakat luas kini menanti prosesi pemakaman yang akan menjadi penghormatan terakhir bagi sosok yang dikenal rendah hati sekaligus visioner ini.
Pewarta : Sriyanto

