RI News Portal. Wonogiri – Di tengah hiruk-pikuk liburan akhir tahun, Kepolisian Resor Wonogiri telah menggelar operasi pengamanan yang ketat di berbagai destinasi wisata pantai di wilayahnya. Fokus utama jatuh pada Kecamatan Paranggupito, di mana ribuan pengunjung memadati pantai-pantai populer sejak pagi hari pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Operasi ini dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga malam, melibatkan personel dari Polsek Paranggupito yang bekerja sama dengan Koramil setempat, serta tim SAR dari Desa Gunturharjo dan Desa Paranggupito. Tujuan utamanya adalah menjaga ketertiban dan keselamatan di tengah lonjakan wisatawan, baik dari kalangan lokal maupun luar daerah yang datang untuk menikmati keindahan alam pesisir.
Pantai Nampu dan Karangpayung menjadi pusat keramaian dengan total pengunjung mencapai sekitar 910 orang, sementara Pantai Sembukan dan Klotok menarik sekitar 224 wisatawan. Petugas tidak hanya melakukan patroli rutin, tetapi juga secara proaktif menyampaikan pesan keselamatan. Imbauan utama mencakup kehati-hatian saat bermain di air laut dan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi yang potensial muncul di musim ini.

Dalam perspektif lebih luas, inisiatif ini mencerminkan pendekatan preventif kepolisian dalam mengelola risiko selama periode liburan massal. Seperti yang diungkapkan oleh Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., pengamanan ini merupakan manifestasi dari dedikasi institusi untuk membangun rasa aman di masyarakat.
“Kami hadir secara langsung di lapangan untuk memastikan bahwa momentum libur Tahun Baru ini berjalan tanpa hambatan berarti. Penting bagi semua pihak, termasuk pengunjung, untuk mematuhi petunjuk keselamatan guna menghindari insiden yang tidak diinginkan,” kata AKP Anom Prabowo.
Situasi selama operasi berlangsung tetap terkendali, dengan cuaca cerah yang mendukung aktivitas wisata dan arus lalu lintas yang lancar tanpa kemacetan signifikan. Polsek Paranggupito terus melakukan pemantauan berkelanjutan, termasuk antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang mungkin timbul dari kerumunan besar.
Upaya seperti ini tidak hanya menekankan aspek reaktif, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di kawasan wisata. Dengan demikian, liburan di Wonogiri tahun ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antarinstansi dapat menciptakan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi semua.
Pewarta: Nandang Bramantyo

