RI News. Sumbussalam – Di tengah suasana ibadah puasa yang khidmat, puluhan pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, berkumpul dalam acara Buka Puasa Bersama Lintas Pemuda. Kegiatan ini mengusung tema “Pemuda Menjaga Kondusifitas Kota Subulussalam”, menegaskan komitmen generasi muda sebagai garda terdepan dalam memelihara stabilitas dan harmoni sosial di wilayah tersebut.
Acara yang berlangsung penuh kehangatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari sejumlah organisasi kepemudaan aktif di daerah ini, termasuk PERPAS, PERPENA, P3KR, PERPELOB, IKAPAS, SAPMA PP, serta MUDA SEUDANG DPW Subulussalam. Kehadiran lintas organisasi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata semangat persatuan pemuda di tengah berbagai dinamika sosial dan politik yang kerap muncul di tingkat lokal maupun nasional.
Lebih dari sekadar agenda berbuka puasa, pertemuan ini menjadi forum penting bagi para pemuda untuk saling berbagi pandangan dan merefleksikan peran strategis mereka. Diskusi singkat yang mengemuka menyoroti tanggung jawab moral pemuda untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menghindari segala bentuk provokasi, serta berpartisipasi aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Abdurahmansyah, anggota DPD Ikatan Alumni Lemhanas (IKAL) RI yang juga menjabat Plh Ketua PERPAS, menyampaikan pesan kuat dalam kesempatan tersebut. “Momentum Ramadan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa persaudaraan dan kebersamaan harus selalu dijaga. Pemuda Subulussalam harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusifitas dan kedamaian daerah,” ujarnya dengan tegas.
Acara dimulai dengan sesi silaturahmi antar perwakilan organisasi, dilanjutkan pembicaraan ringkas tentang pentingnya soliditas pemuda, kemudian puncaknya adalah momen berbuka puasa bersama disusul doa bersama untuk kebaikan, kemajuan, dan kesejahteraan Kota Subulussalam ke depan.
Baca juga : TNI AD Luncurkan 200 Jembatan Garuda: Akses Baru bagi Desa Terpencil, Hadir Langsung di Tengah Masyarakat
Para peserta berharap, melalui inisiatif semacam ini, sinergi antar organisasi kepemudaan dapat semakin kokoh. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada level seremonial, melainkan berlanjut menjadi kontribusi konkret dalam mempertahankan stabilitas daerah, mempererat ikatan persaudaraan, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warga Subulussalam.
Kegiatan ini mencerminkan bagaimana nilai-nilai Ramadan—seperti pengendalian diri, empati, dan solidaritas—diterjemahkan menjadi aksi nyata oleh generasi muda dalam konteks lokal. Di Kota Subulussalam yang dikenal dengan keberagaman dan potensi sumber dayanya, peran pemuda seperti ini menjadi kunci untuk memastikan wilayah tetap kondusif di tengah tantangan zaman.
Pewarta: Jaulim Saran

