RI News. Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan keyakinan kuat bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen bukan sekadar ambisi, melainkan target yang realistis dan bahkan berpotensi terlampaui melalui serangkaian program strategis berbasis penciptaan lapangan kerja langsung di akar rumput.
Pendekatan ini mengandalkan penguatan ekonomi rakyat melalui inisiatif-inisiatif yang saling terkait, mulai dari penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak hingga revitalisasi sektor perumahan dan perikanan tradisional. Presiden Prabowo menekankan bahwa pertumbuhan tinggi hanya mungkin dicapai jika lapangan pekerjaan tercipta secara masif, terutama di wilayah pedesaan dan pesisir.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu pilar utama. Dengan rencana pembangunan sekitar 30 ribu unit dapur produksi, setiap dapur diperkirakan menyerap rata-rata 50 tenaga kerja. “Itu sudah 1,5 juta,” ujar Presiden Prabowo mengenai potensi penyerapan tenaga kerja langsung dari program tersebut. Belum lagi efek multiplier dari rantai pasok bahan pangan, di mana setiap dapur juga melibatkan vendor lokal seperti petani, peternak, dan nelayan, yang berpotensi menambah hingga 1,5 juta pekerjaan lain di sektor hulu.

Di sisi lain, inisiatif Koperasi Desa Merah Putih diarahkan untuk membangkitkan roda ekonomi desa secara mandiri. Target pembentukan 80 ribu unit koperasi di seluruh tanah air, dengan estimasi setiap unit menyerap sekitar 18 pekerja, diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akses modal dan pasar bagi masyarakat desa, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi lokal di tengah tantangan global.
Sektor kelautan turut mendapat perhatian serius melalui Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini menargetkan pembangunan hingga 1.100 kampung nelayan modern pada 2026, dengan fokus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan. Sebagai contoh nyata, pilot project di Biak, Papua, telah menunjukkan hasil signifikan. “Penghasilan nelayan itu naik rata-rata 60 persen sampai 80 persen,” kata Presiden Prabowo, menyoroti bagaimana infrastruktur pendukung dan akses pasar yang lebih baik mampu mengubah nasib komunitas pesisir.
Baca juga : Di Balik Nada Derang Telepon Malam: Kisah Dedikasi Operator 110 yang Menyelamatkan Nyawa di Wonogiri
Program pembangunan satu juta rumah bagi rakyat menjadi motor penggerak terbesar dalam skenario ini. Setiap unit rumah diperkirakan melibatkan lima pekerja langsung di tahap konstruksi, sehingga total potensi penyerapan mencapai lima juta tenaga kerja. Angka tersebut belum termasuk efek berantai luas di sektor industri bahan bangunan, logistik, dan utilitas terkait, yang diyakini akan memperkuat multiplier effect secara keseluruhan.
Presiden Prabowo menyatakan optimisme tinggi bahwa kombinasi program-program tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi melampaui target yang ditetapkan. “Saya yakin ketika ini berjalan, itu akan lebih dari 8 persen,” tegasnya.
Pendekatan ini menandai pergeseran strategi pembangunan yang lebih inklusif, dengan menempatkan penciptaan lapangan kerja massal sebagai fondasi utama menuju pertumbuhan berkelanjutan dan pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia.
Pewarta : Albertus Parikesit

