RI News Portal. Slawi, 23 Januari 2026 – Respons sigap ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tegal menyusul ambles parah yang melanda ruas jalan Batunyana–Danasari di Desa Gunungjati, Kecamatan Bojong. Dana sebesar Rp500 juta dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Tahun 2026 langsung dialokasikan untuk penanganan darurat dan perbaikan infrastruktur vital tersebut.
Pelaksana Harian (Plh) Bupati Tegal Ahmad Kholid menyampaikan hal itu saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Kamis (22/1/2026). Ia menjelaskan, amblesan terjadi pada Selasa (20/1/2026) akibat curah hujan ekstrem yang berlangsung berkepanjangan, ditambah faktor aliran air bawah permukaan yang melemahkan struktur tanah.
Akibatnya, badan jalan mengalami penurunan hingga kedalaman sekitar 1,5 meter sepanjang 50 meter. Kondisi ini membuat akses mobilitas warga terhambat signifikan. Saat ini, ruas jalan hanya aman dilintasi kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat dan lebih harus dialihkan melalui jalur pengganti dengan tambahan jarak tempuh sekitar dua kilometer.

“Kami langsung berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk langkah penanganan cepat. Penanganan akan dilakukan bertahap, dimulai dengan pengeprasan badan jalan dan peningkatan kualitas konstruksi menggunakan anggaran BTT tersebut,” ujar Ahmad Kholid di sela tinjauan.
Lebih lanjut, pemerintah daerah berencana menelusuri sumber aliran air di bagian hulu sebagai upaya mitigasi jangka panjang. Langkah ini diharapkan mencegah kejadian serupa di masa mendatang, mengingat ruas Batunyana–Danasari berfungsi sebagai jalur penghubung strategis antarwilayah Bojong dan Jatinegara.
“Jalan ini bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan urat nadi ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Kami berkomitmen menanganinya secara cepat, terukur, dan berkelanjutan agar keselamatan serta kelancaran lalu lintas terjamin,” tegasnya.
Baca juga : Keterlambatan Gaji ASN Padangsidimpuan: Gejala Krisis Tata Kelola Anggaran di Tengah Tekanan Ekonomi Daerah
Warga setempat menyambut baik respons pemerintah. Maarif Hidayatulloh (35), seorang penduduk Desa Gunungjati, mengakui bahwa amblesan pernah terjadi di lokasi yang sama sebelumnya, namun skala kali ini jauh lebih parah. “Setiap hari mobilitas kami terganggu, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari. Kami harap perbaikan ini permanen dan jalan bisa diperkuat agar tidak ambles lagi,” tuturnya.
Penanganan darurat ini mencerminkan prioritas pemerintah daerah dalam menjaga konektivitas wilayah di tengah ancaman bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Tim teknis dari DPUPR dan BPBD saat ini tengah menyusun rencana teknis detail untuk memastikan pekerjaan dapat segera dimulai dalam waktu dekat.
Pewarta: Ikhwanudin

