RI News Portal. Sintang, 3 Januari 2026 – Dalam rangka pembinaan sumber daya manusia institusi kepolisian, sebanyak 53 personel di lingkungan Kepolisian Resor (Polres) Sintang mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Proses ini mencerminkan mekanisme evaluasi kinerja yang ketat, di mana promosi pangkat tidak hanya sebagai pengakuan administratif, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan motivasi dan kapabilitas personel dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks.
Kenaikan pangkat ini melibatkan berbagai jenjang hierarki, mulai dari perwira pertama hingga bintara dan tamtama. Secara keseluruhan, promosi tersebut mencakup transisi dari Inspektur Polisi Tingkat Satu (IPTU) ke Ajun Komisaris Polisi (AKP), Inspektur Polisi Dua (IPDA) ke IPTU, Ajun Inspektur Polisi Dua (AIPDA) ke Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU), Brigadir Polisi Kepala (Bripka) ke AIPDA, Brigadir ke Bripka, Brigadir Polisi Tingkat Satu (Briptu) ke Brigadir, serta Brigadir Polisi Dua (Bripda) ke Briptu. Distribusi ini menunjukkan pendekatan inklusif dalam pembinaan karier, yang menjangkau hampir seluruh lapisan operasional.

Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo, dalam pernyataannya pada Jumat (2/1), menekankan bahwa kenaikan pangkat merupakan manifestasi kepercayaan organisasi terhadap dedikasi dan kompetensi personel. “Promosi ini bukanlah sekadar perubahan simbolis pada tanda pangkat, melainkan indikator kepercayaan pimpinan atas kontribusi nyata dalam pelaksanaan tugas. Setiap peningkatan jenjang membawa implikasi tanggung jawab yang lebih luas, khususnya dalam domain pelayanan masyarakat dan penegakan hukum yang berkeadilan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, AKBP Sanny Handityo menggarisbawahi dimensi etis dan profesional dalam sistem kepangkatan Polri. Profesionalisme, menurutnya, tidak terbatas pada penguasaan keterampilan teknis semata, tetapi juga mencakup integritas moral, etika berperilaku, dan sensitivitas terhadap konteks sosial masyarakat. “Kenaikan pangkat harus menjadi katalisator untuk elevasi kualitas pengabdian. Semakin tinggi posisi hierarkis, semakin imperatif tuntutan untuk menunjukkan keteladanan, baik dalam eksekusi tugas rutin maupun dalam interaksi sehari-hari dengan publik,” tambahnya.
Baca juga : Pengakuan Dedikasi: Promosi Pangkat di Polres Landak sebagai Cermin Reformasi Kepolisian
Dalam perspektif yang lebih luas, fenomena ini merefleksikan strategi institusional Polri dalam menghadapi tantangan kontemporer, seperti eskalasi kompleksitas kejahatan transnasional, dinamika sosial di wilayah perbatasan, serta ekspektasi masyarakat terhadap pendekatan kepolisian yang humanis dan adaptif. AKBP Sanny Handityo menyoroti perlunya personel yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga resilien dan empati dalam merespons isu-isu lokal. “Momentum ini diharapkan menjadi pendorong semangat baru bagi seluruh personel untuk berkarya dengan integritas penuh, menjaga marwah institusi, dan menjadi role model di tengah masyarakat,” tuturnya.
Kenaikan pangkat reguler seperti ini, yang biasanya berlangsung pada periode awal tahun, merupakan bagian dari siklus pembinaan karier yang diatur secara nasional. Di tingkat resor seperti Sintang, proses ini tidak hanya memperkuat kohesi internal, tetapi juga berkontribusi pada optimalisasi fungsi kepolisian di wilayah yang memiliki karakteristik geografis dan demografis unik, termasuk keragaman etnis dan potensi konflik sumber daya alam.

Dengan demikian, inisiatif pembinaan ini dapat dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas aparatur kepolisian, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap stabilitas keamanan dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Pewarta : Lisa Susanti

