RI News Portal. Wonogiri, 5 Januari 2026 – Dalam sebuah upacara yang sarat makna penghormatan dan keakraban keluarga besar TNI, Komandan Kodim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, memimpin langsung acara pelepasan purna bakti bagi tiga prajurit yang memasuki masa pensiun. Upacara ini berlangsung di Aula Makodim 0728/Wonogiri pada Senin pagi, menandai transisi penting dalam kehidupan para prajurit yang telah mengabdikan diri puluhan tahun bagi bangsa dan negara.
Acara tersebut tidak hanya bersifat seremonial, melainkan mencerminkan nilai-nilai luhur institusi TNI Angkatan Darat dalam menghargai pengabdian anggotanya. Kehadiran Kasdim Mayor Inf Suwandi, para perwira staf, komandan rayon militer (Danramil) di seluruh wilayah jajaran, serta perwakilan bintara dan tamtama, semakin mempertegas rasa solidaritas dan kekhidmatan momen ini.
Tiga prajurit yang dilepas secara resmi adalah Letda (Purn) Edy Sucahyo, Peltu (Purn) Sudarno, dan Pelda (Purn) Salimun. Mereka mewakili generasi prajurit yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas di wilayah Wonogiri, melalui berbagai tugas operasional, pembinaan teritorial, hingga program kemanusiaan di tengah masyarakat.

Dalam amanatnya, Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan menekankan bahwa masa pensiun bukanlah titik akhir dari pengabdian seorang prajurit. “Jati diri sebagai prajurit harus tetap melekat dalam sanubari, meskipun seragam tidak lagi dipakai sehari-hari,” ujarnya. Ia mengapresiasi dedikasi dan loyalitas para purnawirawan sebagai “catatan emas” bagi satuan, yang telah memberikan kontribusi positif bagi citra TNI AD di mata masyarakat Wonogiri.
Lebih jauh, komandan kodim tersebut berpesan agar para pensiunan tetap menjadi teladan di lingkungan sosial mereka. Nilai-nilai disiplin, integritas, dan etika keprajuritan diharapkan terus dijaga, sehingga nama baik institusi tetap terpelihara. “Pintu kodim dan koramil selalu terbuka. Tali silaturahmi yang telah terjalin bertahun-tahun tidak boleh putus hanya karena berakhirnya masa dinas aktif. Kita tetap satu keluarga besar,” tambahnya, disambut hangat oleh seluruh peserta upacara.
Upacara semacam ini tidak hanya menjadi ritual penghormatan, tetapi juga pengingat akan esensi pengabdian prajurit TNI: melayani negara dan rakyat tanpa pamrih. Di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks, peran purnawirawan sebagai agen pembinaan moral dan kebangsaan di grassroot level menjadi semakin relevan, memperkuat fondasi persatuan nasional dari tingkat lokal.
Pewarta: Nandar Suyadi

