RI News Portal. Yogyakarta – Untuk membangkitkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda, terutama dari daerah pinggiran, inisiatif sosialisasi pendaftaran calon prajurit militer kembali digencarkan. Pada Kamis, 15 Januari 2026, seorang personel militer dari unit lokal di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, menggelar sesi penyuluhan langsung di sebuah sekolah menengah atas di kawasan Rongkop. Kegiatan ini bertujuan untuk menarik minat siswa akhir yang berpotensi menjadi bagian dari angkatan darat nasional, sekaligus menanamkan nilai-nilai patriotisme sejak dini.
Sesi tersebut, yang dipimpin oleh seorang babinsa berpangkat kopral, menargetkan siswa kelas akhir yang akan segera lulus. Materi utama mencakup prosedur pendaftaran untuk calon bintara dan calon tamtama di angkatan darat, dengan penekanan pada persyaratan komprehensif yang meliputi aspek administratif, kesehatan fisik dan mental, kemampuan jasmani, evaluasi psikologis, serta pencapaian akademik. Penyuluh menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi berlangsung tanpa biaya apapun dan dilakukan dengan prinsip keterbukaan penuh, menghindari segala bentuk praktik tidak etis.

Lebih dari sekadar informasi prosedural, sosialisasi ini juga menjadi ajakan bagi para siswa untuk mempersiapkan diri secara holistik. “Kami berharap memberikan dorongan dan wawasan mendalam bagi generasi muda di Rongkop yang bercita-cita mengabdikan diri kepada negara melalui jalur militer. Hindari jebakan perantara tidak resmi, dan fokuslah pada pengembangan diri melalui pembelajaran serta latihan yang konsisten,” ungkap penyuluh tersebut dalam sesi interaktif dengan siswa.
Respons dari pihak sekolah setempat sangat mendukung, menganggap kehadiran langsung personel militer ini sebagai kesempatan berharga untuk memberikan perspektif nyata tentang karir di bidang pertahanan. Hal ini diyakini dapat menghilangkan persepsi bahwa proses rekrutmen rumit atau tidak dapat dijangkau, terutama bagi siswa dari latar belakang pedesaan. Dengan demikian, kegiatan semacam ini tidak hanya mempromosikan peluang karir, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara pemuda dengan tanggung jawab nasional.
Secara lebih luas, inisiatif ini mencerminkan strategi yang lebih besar untuk memastikan representasi yang adil dari berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil seperti Rongkop di Gunungkidul. Diharapkan, melalui pendekatan ini, kuota rekrutmen dari putra-putri daerah dapat dipenuhi oleh individu berkualitas tinggi yang memiliki komitmen kuat terhadap kesatuan negara. Pendekatan sosialisasi langsung di institusi pendidikan seperti ini menunjukkan potensi untuk mengintegrasikan pendidikan kewarganegaraan dengan orientasi karir, sehingga berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih sadar akan peranannya dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Pewarta : Lee Anno

