RI News Portal. Serang, 27 Desember 2025 – Dalam laga penutup tahun yang penuh ketegangan di Pegadaian Championship 2025/2026, Persekat Tegal berhasil meraih kemenangan berharga 1-0 atas tuan rumah Adhyaksa FC Banten. Gol tunggal yang dicetak Faisal Ramadani pada menit injury time babak kedua menjadi penentu, sekaligus menghadirkan momen euforia bagi skuad asal Jawa Tengah tersebut di tengah tekanan kandang lawan.
Pertandingan yang berlangsung di Banten International Stadium ini menyuguhkan dinamika sepak bola Indonesia level kedua yang khas: dominasi tuan rumah yang tidak berbuah gol, diimbangi ketahanan tamu yang akhirnya membuahkan hasil di detik-detik krusial. Sejak peluit kick-off, Adhyaksa FC langsung mengambil inisiatif serangan, memanfaatkan dukungan suporter meski jumlah penonton tercatat minim. Tekanan bertubi-tubi dari lini depan tuan rumah berhasil diredam oleh organisasi pertahanan Persekat yang solid, sehingga babak pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki paruh kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Adhyaksa terus menguasai bola dan menciptakan peluang, namun kurangnya ketajaman di depan gawang membuat skor tetap nihil. Saat pertandingan seolah akan berakhir imbang, Persekat justru menunjukkan karakter juang yang menjadi ciri khas tim-tim underdog di kompetisi ini. Pada menit 90+2, Faisal Ramadani memanfaatkan momen transisi cepat untuk melepaskan tendangan yang tak terbendung kiper lawan, mengubah papan skor menjadi 1-0 dan memastikan tiga poin pulang ke Tegal.

Pasca-laga, pelatih Persekat menyampaikan apresiasi atas resiliensi anak asuhnya. “Bermain tandang melawan tim sekelas Adhyaksa bukan perkara mudah. Para pemain kami memperlihatkan kedisiplinan tinggi dan mentalitas pantang menyerah hingga peluit panjang berbunyi. Gol penutup itu adalah reward atas kesabaran kolektif tim,” katanya dalam konferensi pers singkat.
Faisal Ramadani, sang pahlawan kemenangan, juga menyuarakan rasa syukur seraya menekankan kontribusi tim. “Saya bersyukur bisa berkontribusi di momen penting, tapi ini benar-benar hasil kerja keras seluruh skuad. Kami saling mendukung dan tidak pernah kehilangan keyakinan, meski dalam posisi tertekan sepanjang laga,” ujarnya.
Baca juga : Keberanian Warga Gagalkan Pencurian Motor di Area SPBU Brebes
Kemenangan ini tidak hanya menjadi penutup tahun yang membanggakan bagi Persekat Tegal, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada dinamika klasemen Grup 1. Tambahan tiga poin membantu mereka menjauh dari zona degradasi sekaligus membangun momentum positif menuju paruh kedua musim. Di sisi lain, kekalahan kandang ini menjadi pukulan bagi Adhyaksa FC dalam persaingan merebut posisi teratas, meski mereka masih bertengger di papan atas.
Fenomena seperti ini mencerminkan esensi kompetisi sepak bola nasional level kedua: ketidakpastian yang tinggi, di mana faktor mental dan efisiensi sering kali lebih menentukan daripada dominasi statistik. Persekat Tegal, dengan semangat Laskar Ki Gede Sebayu, kembali membuktikan bahwa ketangguhan hingga detik akhir dapat mengubah nasib sebuah pertandingan, sekaligus memperkaya narasi musim 2025/2026 yang semakin kompetitif.
Pewarta : Ikhwanudin

