RI News Portal. Jakarta, 26 Desember 2025 – Setelah hampir dua dekade sejak perilisan perdananya pada 2007, film animasi ikonik 5 Centimeters Per Second karya Makoto Shinkai akhirnya akan menyapa penonton Indonesia melalui penayangan bioskop mulai 16 Januari 2026. Keputusan ini tidak hanya membawa kembali salah satu karya paling introspektif dalam sejarah animasi Jepang, tetapi juga bertepatan dengan gelombang antusiasme terhadap adaptasi live-action yang baru saja dirilis di Jepang.
Film ini, yang sering dianggap sebagai tonggak awal dalam karier Shinkai sebelum ia meraih kesuksesan global melalui Your Name (2016), Weathering With You (2019), dan Suzume (2022), menyajikan narasi yang mendalam tentang jarak emosional dan temporal dalam hubungan manusia. Dibagi menjadi tiga segmen naratif – Cherry Blossom Story, Cosmonaut, dan judul utama 5 Centimeters Per Second – cerita mengikuti perjalanan Takaki Tōno dan Akari Shinohara, dua sahabat masa kecil yang terpisah oleh perpindahan keluarga ke kota berbeda. Melalui visualisasi latar belakang yang memukau, termasuk perjalanan kereta panjang Takaki di tengah badai salju, Shinkai mengeksplorasi tema nostalgia, kerinduan, dan ketidakmampuan manusia untuk sepenuhnya mengatasi pemisahan yang tak terelakkan.

Digarap secara solo oleh Shinkai sebagai sutradara, penulis skenario, dan produser utama, produksi ini melibatkan studio CoMix Wave Inc. Desain karakter ditangani oleh Takayo Nishimura, sementara seni latar belakang yang menjadi ciri khas Shinkai – dengan detail cahaya dan lanskap yang hampir fotorealistik – dikerjakan oleh Takumi Tanji dan Akiko Majima. Skor musik karya Tenmon semakin memperkuat atmosfer melankolis, menjadikan film ini sebagai studi kasus klasik dalam estetika animasi kontemporer yang menggabungkan realisme visual dengan kedalaman psikologis.
Penayangan di Indonesia akan diawali dengan sesi khusus pada 10 dan 11 Januari 2026, memberikan kesempatan bagi penonton untuk merasakan pengalaman layar lebar sebelum jadwal reguler. Momentum ini semakin signifikan dengan kehadiran adaptasi live-action yang disutradarai oleh Yoshiyuki Okuyama – seorang sineas muda yang sebelumnya dikenal melalui video musik untuk artis seperti Kenshi Yonezu. Versi live-action, yang telah tayang di Jepang sejak Oktober 2025, menawarkan interpretasi baru terhadap narasi asli dengan pendekatan lebih grounded pada realitas aktor manusia, dan dijadwalkan segera mengikuti jejak animasinya di pasar Indonesia.
Baca juga : Imam Darto Hadirkan Sekuel Lebih Berani: ‘Modual Nekad’ Siap Tayang Akhir Tahun 2025
Dari perspektif akademis, 5 Centimeters Per Second sering dibahas dalam studi film sebagai representasi dari “post-modern melancholy” dalam animasi Jepang, di mana kecepatan jatuhnya kelopak sakura – sekitar 5 sentimeter per detik – menjadi metafor untuk lambatnya perpisahan emosional dibandingkan dengan cepatnya perubahan hidup. Kembalinya film ini ke bioskop tidak hanya memenuhi permintaan penggemar lama, tetapi juga memperkenalkan generasi baru pada eksplorasi Shinkai terhadap tema-tema universal seperti waktu, memori, dan hubungan antarmanusia yang rapuh.
Bagi para pecinta animasi dan sineas Jepang, momen ini menjadi peluang langka untuk merefleksikan evolusi karya Shinkai, dari eksperimen independen awal hingga fenomena global. Penayangan mulai Januari mendatang diharapkan membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana adaptasi lintas format – dari animasi ke live-action – dapat memperkaya interpretasi terhadap narasi klasik semacam ini.
Pewarta : Vie

