RI News. Padangsidimpuan – Kobaran api melahap satu unit rumah semi permanen di Jalan Alboin Hutabarat, Lingkungan III, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, pada Senin (15/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Peristiwa ini terjadi secara mendadak dan berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan tetangga berkat respons cepat warga serta tim pemadam kebakaran.
Menurut keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat muncul dari bagian dalam rumah sebelum dengan cepat menjalar ke atap berbahan kayu. Warga sekitar langsung berinisiatif memadamkan kobaran menggunakan ember, selang air, dan peralatan seadanya sambil berteriak memanggil bantuan. Sekitar 20 menit kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan segera melakukan pemadaman intensif.
Rusman Tanjung, Kepala Lingkungan (Kepling) setempat, yang bergegas ke lokasi usai mendengar jeritan warga, mengonfirmasi bahwa api telah membesar di dalam rumah saat ia tiba. “Api sudah terlihat besar dari dalam, tapi untungnya tidak sempat meluas ke rumah-rumah di sekitar karena pemadaman berjalan cepat,” ujarnya.

Rumah yang terbakar diketahui milik almarhum Sabam Manullang dan istrinya, Santaria Hutagaol, yang akrab disapa Mak Lince. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Petugas pemadam kebakaran dan kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk menelusuri sumber api, termasuk kemungkinan faktor kelistrikan, kelalaian, atau hal lain.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun material rumah beserta isinya hangus terbakar. Estimasi kerugian material mencapai ratusan juta rupiah. Proses pendinginan di lokasi masih berlangsung hingga berita ini diturunkan, dengan petugas pemadam mengimbau warga sekitar untuk memeriksa halaman dan atap rumah masing-masing guna memastikan tidak ada bara atau percikan api yang terbawa angin.
Baca juga : Ancaman Iran ke Pelabuhan UAE: Eskalasi Perang yang Mengguncang Fondasi Stabilitas Teluk
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di permukiman padat, terutama pada bangunan semi permanen yang rentan terhadap penjalaran api cepat. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti agar langkah pencegahan serupa dapat diperkuat di masa mendatang.
Pewarta: Adi Tanjoeng

