RI News Portal. Semarang, 1 Januari 2026 – Dalam sebuah upacara yang penuh makna di halaman Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah pada akhir Desember 2025, ratusan personel mengalami momen penting dalam karier mereka: kenaikan pangkat reguler periode 1 Januari 2026. Acara tersebut tidak hanya menandai pencapaian profesional, tetapi juga menekankan dimensi sosial dan ekologis yang semakin terintegrasi dalam pembinaan sumber daya manusia di institusi kepolisian.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut melibatkan 319 personel dari satuan kerja markas besar, yang didampingi oleh pasangan dan anak-anak mereka. Kehadiran keluarga ini mencerminkan pengakuan bahwa kemajuan karier seorang aparat penegak hukum merupakan hasil kolektif dari dukungan rumah tangga, di tengah tuntutan tugas yang sering kali menuntut pengorbanan waktu dan emosi.
Menurut pernyataan resmi dari juru bicara humas, total personel di seluruh wilayah Jawa Tengah yang menerima kenaikan pangkat pada periode ini mencapai ribuan orang, dengan mayoritas melalui jalur reguler berdasarkan masa pengabdian dan kinerja, serta sebagian kecil melalui pengakuan khusus atas dedikasi jangka panjang. Angka ini menunjukkan dinamika pembinaan karier yang berkelanjutan di tengah upaya institusi untuk mempertahankan motivasi dan profesionalisme anggota.

Yang menarik dari kebijakan kali ini adalah pengkondisian kenaikan pangkat dengan aksi lingkungan konkret. Setiap personel yang diusulkan naik pangkat diwajibkan menanam empat bibit pohon jenis keras di lingkungan sekitar sebelum upacara dilaksanakan. Inisiatif ini menghasilkan penanaman puluhan ribu bibit secara keseluruhan di berbagai penjuru provinsi, sebagai bentuk ekspresi syukur sekaligus komitmen terhadap pelestarian ekosistem.
Kebijakan tersebut selaras dengan visi kepemimpinan saat ini yang menekankan “menanam kebaikan untuk masa depan”. Dengan demikian, kenaikan pangkat tidak lagi dipandang semata sebagai reward individu, melainkan sebagai momentum untuk menambah tanggung jawab moral terhadap masyarakat dan alam. Para personel diajak untuk meninggalkan warisan positif yang melampaui tugas rutin penegakan hukum, seperti kontribusi langsung terhadap penghijauan dan mitigasi perubahan iklim.
Baca juga : Perayaan Tahun Baru di Selatan Wonogiri: Harmoni Budaya Lokal dan Solidaritas Nasional
Pendekatan ini dapat dilihat sebagai inovasi dalam manajemen sumber daya manusia institusi publik, di mana pengembangan karier dikaitkan dengan isu keberlanjutan. Di tengah tantangan lingkungan global, langkah semacam ini tidak hanya memperkuat citra institusi sebagai pelayan masyarakat, tetapi juga memberikan contoh bagi sektor lain dalam mengintegrasikan nilai ekologis ke dalam praktik organisasional.
Upacara tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian aparat negara harus holistik: melindungi masyarakat hari ini sambil memastikan kelestarian sumber daya bagi generasi mendatang.
Pewarta: Nandang Bramantyo

