RI News Portal. Wonogiri, 23 Desember 2025 – Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, otoritas kepolisian setempat mengambil langkah proaktif dengan menggelar pemeriksaan kesehatan komprehensif bagi pengemudi dan awak bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Kegiatan ini berlangsung pada 21 Desember 2025 di Terminal Induk Giri Adipura, yang terletak di Kecamatan Selogiri, sebagai upaya utama untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat faktor manusia.
Peningkatan volume penumpang pada masa libur akhir tahun sering kali disertai dengan potensi kelelahan pengemudi serta gangguan kesehatan lainnya, yang dapat membahayakan keselamatan ribuan pemudik. Dalam konteks ini, pemeriksaan kesehatan menjadi instrumen krusial dalam strategi pencegahan. Sekitar 120 awak bus menjalani serangkaian tes, termasuk pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kadar kolesterol, serta skrining narkoba melalui tes urine.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya indikasi penggunaan narkotika di kalangan peserta. Namun, tiga individu ditemukan mengalami tekanan darah di luar rentang normal, yang segera ditangani dengan rekomendasi medis lanjutan untuk menghindari komplikasi selama bertugas.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mencakup personel medis dari unit kesehatan kepolisian, dinas kesehatan kabupaten, puskesmas setempat, serta dukungan dari aparat keamanan dan pengelola terminal. Pendekatan sinergis semacam ini mencerminkan komitmen bersama dalam mengutamakan aspek keselamatan publik, di mana pencegahan dianggap lebih efektif daripada responsif semata.
Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan humanis yang tidak hanya menekankan penegakan aturan, tetapi juga perlindungan preventif terhadap masyarakat. “Langkah ini dirancang untuk membangun rasa aman bagi pemudik, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap layanan transportasi umum,” ujarnya melalui pernyataan resmi.
Baca juga : Perayaan Natal yang Menyatu dengan Tonggak Pernikahan Emas: Simbol Toleransi di Pedesaan Wonogiri
Dalam perspektif lebih luas, praktik pemeriksaan kesehatan pengemudi seperti ini selaras dengan rekomendasi organisasi keselamatan lalu lintas nasional, yang menekankan bahwa mayoritas kecelakaan jalan raya dipicu oleh faktor human error, seperti kelelahan atau kondisi kesehatan suboptimal. Dengan memastikan awak bus dalam kondisi prima, diharapkan perjalanan mudik Nataru tahun ini dapat berlangsung lebih aman dan nyaman, mendukung mobilitas masyarakat tanpa mengorbankan nyawa.
Upaya serupa di berbagai daerah lain menunjukkan tren positif dalam pengelolaan keselamatan transportasi musiman, di mana kolaborasi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan. Di Wonogiri, kegiatan ini tidak hanya melindungi penumpang, tetapi juga memperkuat peran institusi publik sebagai pengayom masyarakat di tengah euforia libur akhir tahun.
Pewarta : Nandang Bramantyo

