RI News. Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Islam menjadikan perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah sebagai titik tolak untuk memperdalam rasa empati dan memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama. Pesan ini disampaikannya melalui pernyataan tertulis yang dirilis di Jakarta pada Minggu (21/3/2026), seiring gema takbir yang menggema di berbagai penjuru negeri menandai akhir Ramadhan.
Menurut Nasaruddin, ibadah puasa selama sebulan penuh bukan sekadar latihan menahan lapar dan dahaga secara fisik. Lebih dari itu, Ramadhan menjadi ruang pembentukan karakter manusia yang lebih peka terhadap penderitaan orang lain. “Puasa adalah proses mengasah kepekaan sosial. Di balik rasa lapar dan dahaga, tersimpan pesan kuat tentang empati kepada sesama dan kepedulian pada mereka yang kekurangan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kemenangan spiritual sejati bukan terletak pada kembali ke rutinitas biasa pasca-Idul Fitri, melainkan pada kemampuan mempertahankan nilai-nilai luhur yang telah diasah selama Ramadhan hingga sebelas bulan ke depan. Gema takbir yang mengiringi shalat Id, katanya, sekaligus menjadi pengingat agar api kesalehan terus menyala dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemenangan sejati bukanlah sekadar kembalinya kita pada rutinitas, tetapi keberhasilan menjaga nyala api kesalehan,” tegas Nasaruddin. Ia juga menjadikan momentum lebaran ini sebagai kesempatan emas untuk terus menyemai kebaikan dan meraih keberkahan yang hakiki.
Keberkahan, lanjutnya, hanya akan hadir bagi hati yang terbuka serta bagi mereka yang secara aktif menebar manfaat bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar semangat Ramadhan tidak lenyap begitu saja setelah hari raya tiba. Nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan kepedulian yang telah terlatih selama sebulan harus tetap menjadi kompas dalam berinteraksi dengan sesama.
Baca juga : TNI Kodim Gunungkidul Perkuat Pengamanan Lebaran, Antisipasi Lonjakan Pemudik dan Wisatawan di Jalur Pantai
Nasaruddin menutup pesannya dengan ucapan selamat yang hangat. “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan, kedamaian, dan kerukunan bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Pesan ini hadir di tengah suasana Idul Fitri yang penuh suka cita, sekaligus menjadi pengingat bahwa kemenangan puasa sejati adalah ketika nilai-nilai mulia itu terus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya dalam ritual tahunan.
Pewarta : Yogi Hilmawan

