RI News. Austin, Texas – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama mengalami kekecewaan berat dalam debutnya di balapan Moto3 Grand Prix Amerika Serikat 2026. Start dari posisi keempat yang menggembirakan, berubah menjadi DNF (Did Not Finish) setelah terlibat insiden highside yang juga memengaruhi pembalap lain di Sirkuit of the Americas, Minggu (29 Maret 2026) waktu setempat.
Menurut laman resmi MotoGP, Veda yang membela Honda Team Asia tampil kompetitif sejak sesi kualifikasi. Ia berhasil menempati grid keempat, menunjukkan potensi sebagai rookie yang siap bersaing di kelas dunia. Saat lampu start menyala, Veda langsung terlibat pertarungan sengit dengan sesama pembalap baru, Casey O’Gorman dari SIC58 Squadra Corse serta Joel Esteban dari LEVEL UP – MTA.
Pada awal balapan, Veda sempat turun ke posisi kedelapan. Namun, semangat juangnya membuahkan hasil ketika ia bangkit dan mencatatkan lap tercepat pada lap ke-4. Penampilan tersebut sempat memunculkan harapan besar bagi penggemar balap Tanah Air bahwa Veda bisa merebut podium atau setidaknya finis di posisi depan.

Sayangnya, ambisi tersebut harus sirna hanya satu lap kemudian. Saat keluar dari Tikungan 11, Veda kehilangan kendali atas motornya dan mengalami highside. Joel Esteban yang berada tepat di belakang tidak sempat menghindar, sehingga keduanya terlibat dalam insiden yang memaksa mereka keluar dari balapan. Rekan setim Veda, Zen Mitani, serta Casey O’Gorman dan Joel Kelso dari Mlav Racing juga tercatat gagal menyelesaikan balapan.
Balapan Moto3 Amerika Serikat 2026 sendiri berlangsung ketat di barisan depan. Guido Pini dari Leopard Racing berhasil menguasai lintasan dan meraih kemenangan dengan catatan waktu 31:20.489. Maximo Quiles dari CFMOTO Valresa Aspar Team finis kedua hanya terpaut 0,056 detik, sementara Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo melengkapi podium di posisi ketiga dengan selisih 0,254 detik.
Posisi keempat ditempati Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3), diikuti Adrian Fernandez (Leopard Racing) di urutan kelima. Beberapa pembalap lain yang finis di sepuluh besar antara lain Rico Salmela, Brian Uriarte, Adrian Cruces, Matteo Bertelle, dan Scott Ogden.
Insiden yang menimpa Veda Ega Pratama menjadi pengingat betapa tak terduganya dinamika balapan Moto3, terutama di sirkuit sepanjang 5,513 km seperti Circuit of the Americas yang memiliki banyak tikungan cepat dan elevation change. Bagi seorang rookie seperti Veda, yang baru saja melangkah ke kejuaraan dunia setelah sukses di ajang regional, pengalaman ini diharapkan menjadi pelajaran berharga untuk balapan-balapan mendatang.
Meski gagal finis di Texas, penampilan Veda di sesi kualifikasi dan sebagian besar balapan menandakan potensi besar. Honda Team Asia, yang menurunkan dua rookie pada musim 2026—Veda dari Indonesia dan Zen Mitani dari Jepang—masih memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki performa di seri-seri selanjutnya.
Penggemar balap Indonesia tentu berharap Veda segera bangkit dan menunjukkan kemampuan sejati di lintasan. Dengan semangat pantang menyerah yang telah ditunjukkannya, pembalap asal Indonesia ini diproyeksikan mampu memberikan kebanggaan lebih besar bagi dunia motorsport Tanah Air di masa depan.
Pewarta : Vie

