RI News. Gunungkidul, 30 Maret 2026 — Sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil mencatatkan kinerja luar biasa di awal tahun 2026. Hingga akhir April, pendapatan dari sektor pariwisata mencapai Rp13,07 miliar, lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp5,7 miliar.
Lonjakan ini semakin mengejutkan karena terjadi di tengah durasi libur Lebaran 2026 yang jauh lebih singkat, yakni hanya enam hari, dibandingkan sepuluh hari pada tahun 2025. Meski demikian, antusiasme wisatawan tidak surut. Sepanjang periode libur Lebaran tersebut, tercatat 230.669 wisatawan mengunjungi berbagai destinasi di Gunungkidul, menyumbang retribusi sebesar Rp2,85 miliar.
Puncak kunjungan terjadi pada 23 Maret 2026, ketika 66.233 wisatawan memadati kawasan wisata, terutama pantai-pantai yang menjadi andalan daerah ini. Angka tersebut menghasilkan pendapatan harian mencapai Rp848,5 juta. Capaian ini melampaui total kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2025 yang hanya 163.591 orang, meskipun tahun lalu liburan lebih panjang.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hari Sukmono, mengungkapkan bahwa peningkatan signifikan ini tidak lepas dari berbagai upaya strategis yang dilakukan pemerintah daerah. “Peningkatan ini dikarenakan adanya penataan kawasan destinasi khususnya di kawasan pantai, hadirnya destinasi baru di pantai, penguatan tata kelola pemungutan retribusi, serta kolaborasi lintas sektor dan masyarakat,” ujarnya saat ditemui Jumat (27 Maret 2026).
Menurutnya, penataan kawasan pantai yang lebih baik, termasuk penambahan fasilitas pendukung dan destinasi baru, berhasil meningkatkan daya tarik wisata. Selain itu, perbaikan sistem pemungutan retribusi membuat pendapatan daerah lebih optimal tanpa mengganggu kenyamanan pengunjung. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat lokal juga turut memperkuat pengelolaan destinasi.
Lonjakan pendapatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat sekitar. Pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan, penyewaan alat snorkeling, hingga homestay di sekitar kawasan wisata merasakan peningkatan omset yang signifikan.
Beberapa pengunjung yang ditemui mengaku semakin nyaman berkunjung ke Gunungkidul. “Dulu pantainya bagus, sekarang tambah rapi dan ada spot-spot baru yang Instagramable. Akses jalannya juga lebih baik,” kata seorang wisatawan asal Semarang yang rutin berkunjung setiap tahun.
Dinas Pariwisata Gunungkidul optimistis tren positif ini akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026. Berbagai program pengembangan destinasi baru serta peningkatan kualitas layanan sedang disiapkan untuk menjaga momentum ini, sekaligus menjaga kelestarian alam karst yang menjadi ciri khas Gunungkidul.
Dengan capaian ini, Gunungkidul semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Yogyakarta, yang mampu bersaing dengan kawasan lain meski memiliki tantangan geografis yang unik.
Pewarta: Lee Anno


Sepertinya enak itu liburan di situ….
Assalamualaikum..
Selamat sore untuk keluarga besar RINews…
Salam dari Sumatra Barat
Salam satu pena dari semarang raya
Ass wr wb, pagi rekan² semua….