RI News. Basel, Swiss – Anthony Sinisuka Ginting menilai level persaingan di sektor tunggal putra turnamen YONEX Swiss Open 2026 berada pada titik yang sangat merata. Banyak pemain top dunia turun gunung di St. Jakobshalle, membuat setiap laga berpotensi menjadi pertarungan sengit tanpa ada yang benar-benar dominan.
Pebulu tangkis Indonesia berusia 29 tahun itu pun memilih untuk tidak terlalu memusingkan identitas calon lawan di babak-babak selanjutnya. Pendekatan yang diusungnya adalah tetap menjaga konsentrasi penuh pada performa pribadi demi bisa terus melaju.
“Kita bisa lihat susunan pemain yang main di sini juga cukup banyak pemain-pemain terbaiknya, jadi bakal seru,” ujar Ginting dalam keterangan resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Kamis (12 Maret 2026).
“Puji Tuhan bisa terus melaju sampai babak kedua, jadi coba buat fokusin ke diri sendiri,” tambahnya.

Ginting berhasil mencapai babak kedua setelah menundukkan wakil Taiwan Wang Tzu Wei dengan skor meyakinkan 21-11, 21-17 di laga putaran 32 besar, Kamis pagi WIB. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 tersebut yang sedang dalam proses pemulihan ranking setelah sempat absen panjang akibat masalah kebugaran.
Menurut Ginting, rahasia utama mengatasi Wang Tzu Wei terletak pada kemampuannya membaca pola permainan lawan yang dikenal tangguh dalam bertahan. Ia tidak ragu mengambil inisiatif lebih berani untuk mengolah bola dan mengembangkan variasi strategi.
“Saya lebih berani mengolah bola, lawan Wang Tzu Wei sendiri tidak bisa langsung dapat poin gampang, jadi memang harus berani mengembangkan permainan, mengadu strategi,” jelasnya.
Baca juga : Ubed Terpeleset di Swiss Open 2026: Kekalahan dari Li Shi Feng Jadi Cermin Kekurangan Stamina
Di babak kedua nanti, Ginting akan menghadapi tantangan baru berupa tunggal putra China Wang Zheng Xing, yang saat ini menempati peringkat 26 dunia. Ini akan menjadi pertemuan pertama keduanya di level internasional, sehingga Ginting perlu menyiapkan pendekatan taktis yang segar tanpa data head-to-head sebelumnya.
Dengan komposisi peserta yang kompetitif, Swiss Open 2026 diprediksi menjadi ajang uji ketahanan mental dan teknis bagi para tunggal putra. Bagi Ginting, langkah demi langkah dengan fokus internal menjadi formula yang ia pegang teguh untuk bisa bersaing di tengah persaingan yang tak kenal ampun ini.
Pewarta : Vie

