RI News. Semarang, 23 Februari 2026 – Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, komitmen Satuan Brimob Polda Jawa Tengah dalam melestarikan lingkungan tampaknya bukan sekadar slogan. Pada Minggu pagi kemarin (22 Februari 2026), ratusan personel unit khusus ini kembali turun tangan, menggelar aksi korve atau kerja bakti massal secara simultan di empat lokasi strategis. Inisiatif ini bukan hanya membersihkan sampah, melainkan membangun budaya gotong royong untuk mewujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), sekaligus menjawab isu banjir dan degradasi ruang terbuka hijau di wilayah urban Jawa Tengah.
Aksi yang dimulai pukul 07.00 WIB ini menargetkan area-area yang kerap menjadi titik rawan pencemaran dan banjir, seperti aliran Sungai Jenes di Surakarta, Taman Nursery Yosorejo di Pekalongan, Lapangan Taman Bumi Rejo di Banyumanik, serta saluran sungai di Kelurahan Gisikdrono, Semarang Barat. Pendekatan ini mencerminkan strategi holistik: tidak hanya fokus pada pembersihan fisik, tapi juga pemulihan ekosistem dan penguatan ikatan sosial antara aparat keamanan dengan komunitas lokal.
Di Surakarta, tim dari Kompi 2C yang dipimpin AKP Sholikan Karno menyisir Sungai Jenes dengan peralatan seperti jaring dan sekop. Mereka membersihkan tumpukan sampah yang sering menyumbat aliran air, berkolaborasi dengan instansi terkait untuk mencegah risiko banjir musiman. Penduduk sekitar yang ikut serta melaporkan bahwa sungai yang dulunya kumuh kini terlihat lebih lancar, mengurangi ancaman penyakit seperti demam berdarah yang sering muncul akibat genangan air kotor.

Sementara itu, di Semarang Barat, personel Kompi 2A bergotong royong dengan warga Gisikdrono untuk mengembalikan fungsi aliran sungai. Upaya ini tidak hanya membersihkan limbah rumah tangga, tapi juga mendidik masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik, yang sering menjadi sumber utama pencemaran air di kawasan padat penduduk seperti ini.
Nuansa penghijauan lebih dominan terasa di Taman Nursery Yosorejo, Pekalongan, di mana Iptu Sukadi memimpin tim untuk mengurangi sampah plastik dan menata ulang vegetasi. Taman yang sempat terabaikan akibat urbanisasi cepat kini kembali menjadi ruang hijau yang ramah, mendukung biodiversitas lokal dan menyediakan oksigen segar bagi penduduk kota. Di sisi lain, di Banyumanik, Semarang, Iptu Herman Wahyu Pratomo memastikan Lapangan Taman Bumi Rejo bebas dari sampah dan siap menjadi arena olahraga serta rekreasi. Warga setempat menyambut baik inisiatif ini, mengingat ruang terbuka seperti ini semakin langka di tengah ekspansi pembangunan.
Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Noor Hudaya, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari gerakan nasional untuk memulihkan ekosistem. “Ini bukan sekadar membersihkan sampah; ini tentang membangun kesadaran kolektif terhadap kelestarian lingkungan. Dengan menyasar sungai dan taman kota, kami ingin memastikan aliran air lancar dan ruang publik sehat, sehingga manfaatnya dirasakan oleh generasi mendatang,” ujarnya dalam keterangan siang itu. Pernyataannya ini menggarisbawahi peran aparat tidak hanya sebagai penegak hukum, tapi juga agen perubahan sosial-ekologi.
Kegiatan yang berlangsung aman dan tertib ini tidak hanya memberikan dampak langsung seperti lingkungan yang lebih bersih dan bebas dari sarang penyakit, tapi juga mempererat hubungan antara Brimob dan masyarakat. Di era di mana isu lingkungan sering terpinggirkan oleh prioritas ekonomi, aksi semacam ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antarpihak bisa mengubah perilaku budaya, dari membuang sampah sembarangan menjadi kebiasaan menjaga kebersihan bersama.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menambahkan perspektif lebih luas: “Apa yang terjadi di Surakarta, Pekalongan, dan Semarang adalah manifestasi kemanunggalan antara kepolisian dan rakyat. Mengikuti arahan nasional, kami berharap inisiatif ini menginspirasi masyarakat luas untuk menjaga lingkungan sebagai investasi masa depan. Gotong royong seperti ini harus menjadi norma, agar keasrian yang kita capai hari ini bertahan lama.”
Secara keseluruhan, aksi korve massal ini menunjukkan evolusi peran Brimob dari unit respons cepat keamanan menjadi pelopor inisiatif lingkungan. Di tengah data yang menunjukkan peningkatan pencemaran sungai di Jawa Tengah akibat urbanisasi, upaya konsisten seperti ini bisa menjadi katalisator perubahan, mendorong partisipasi lebih aktif dari sektor swasta dan komunitas untuk agenda keberlanjutan regional.
Pewarta : Nandang Bramantyo

