RI News. Jakarta – Menghadapi lonjakan pemudik yang diprediksi mencapai jutaan orang, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) turun langsung ke lapangan untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi kapal penyeberangan tetap aman dan tepat sasaran.
Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono menegaskan, mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah sudah mulai terlihat meningkat tajam, khususnya arus penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak–Bakauheni. “Lintasan ini adalah urat nadi dua pulau terbesar di Indonesia. Kelancaran suplai BBM di sini bukan sekadar tugas teknis, melainkan tanggung jawab menjaga keamanan dan kenyamanan jutaan pemudik,” ujar Arief di Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Arief baru saja menyelesaikan kunjungan kerja ke Kantor Cabang PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Pelabuhan Merak, Cilegon, pada Selasa (17/3/2026). Ia datang bersama tim untuk melihat secara langsung kondisi stok BBM, kesiapan armada, dan mekanisme koordinasi di lapangan. Menurutnya, kehadiran BPH Migas di lokasi bertujuan mempercepat respons jika ada kendala, terutama karena BBM bersubsidi yang disalurkan kepada ASDP harus benar-benar tepat sasaran.

“Kami ingin koordinasi berjalan lebih cepat. Jika ada masalah, langsung bisa diselesaikan di tempat. Ini penting agar operasional kapal tetap lancar di momen krusial seperti sekarang,” tambah Arief.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Pertamina Patra Niaga yang telah menunjukkan kesiapan luar biasa. “Terima kasih atas komitmen yang tinggi. Arus mudik yang sangat padat ini bisa dilayani dengan baik berkat kerja keras bersama,” katanya.
Direktur Operasi & Transformasi ASDP Indonesia Ferry Rio Theodore Natalianto Lasse memaparkan langkah antisipasi yang telah dilakukan pihaknya. “Pada hari biasa kami mengoperasikan 20–21 kapal. Pada periode mudik kali ini kami siapkan 28 hingga 33 unit kapal, dengan total 135 trip per hari selama 24 jam nonstop,” ungkap Rio.
Selain menambah armada, ASDP juga menerapkan pola operasional tiba-bongkar-berangkat (TBB) yang dirancang khusus untuk memangkas waktu tunggu di pelabuhan sehingga pergerakan kapal menjadi jauh lebih efisien.
Sementara itu, Sales Branch Manager II Banten Fuel PT Pertamina Patra Niaga Roby Kurniawan menjamin pasokan BBM untuk kapal di Pelabuhan Merak berada dalam kondisi sangat aman. “Kami telah berkoordinasi dengan Fuel Terminal Tanjung Gerem untuk menambah mobil tangki dan awaknya. Mereka dibagi dalam tiga shift agar pelayanan BBM bisa berjalan tanpa henti,” jelas Roby.
Kegiatan pemantauan tersebut juga dihadiri Anggota Dewan Energi Nasional Mohammad Fadhil Hasan serta Direktur Teknik ASDP Indonesia Ferry Nana Sutisna, menandakan komitmen lintas lembaga dalam menyukseskan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan sinergi yang semakin solid antara regulator, operator pelabuhan, dan penyedia energi, masyarakat pemudik kini dapat melintasi Selat Sunda dengan lebih tenang, mengetahui bahwa pasokan BBM kapal di Pelabuhan Merak telah diawasi dan diantisipasi secara maksimal.
Pewarta : Yogi Hilmawan

