RI News Portal. Jeddah, 12 Januari 2026 – FC Barcelona berhasil menjuarai Piala Super Spanyol (Supercopa de España) untuk keenam belas kalinya setelah mengalahkan rival abadinya, Real Madrid, dengan skor tipis 3-2 dalam final yang berlangsung penuh ketegangan di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, pada Minggu (11/1/2026) malam waktu setempat.
Pertandingan yang disebut-sebut sebagai El Clásico pertama di tahun 2026 ini menghadirkan lima gol spektakuler, dengan Raphinha menjadi pahlawan utama Barcelona berkat brace-nya (dua gol) di menit ke-36 dan ke-73. Gol penyeimbang sementara dari kubu Blaugrana dicetak oleh Robert Lewandowski pada pengujung babak pertama (menit 45+4), memanfaatkan umpan terobosan akurat dari Pedri.
Sementara itu, Real Madrid sempat menyamakan kedudukan dua kali melalui Vinícius Júnior (menit 45+2) yang memamerkan solo run memukau dari tengah lapangan, serta Gonzalo García di masa injury time babak pertama (menit 45+7). Namun, gol kedua Raphinha yang berasal dari tembakan melengkung dan sedikit berubah arah menjadi penentu kemenangan Barcelona, sekaligus membalas kekalahan mereka dari Madrid di LaLiga beberapa bulan sebelumnya.

Kemenangan ini menandai gelar Supercopa kedua berturut-turut bagi Barcelona di bawah arahan pelatih kepala Hansi Flick, sekaligus trofi keempat yang diraihnya sejak mengasuh tim Catalan tersebut. Flick tampak puas dengan performa timnya yang mampu mengontrol jalannya pertandingan meski sempat berada dalam tekanan.
“Piala Super ini sangat penting bagi kami. Kemenangan melawan rival abadi tentu membuatnya semakin berarti,” ujar Flick dalam pernyataan pasca-laga. Ia menekankan bahwa soliditas dan kontrol permainan menjadi kunci sukses. “Kami bermain sangat baik, mengontrol permainan sepanjang laga. Mentalitas tim luar biasa, mereka berjuang habis-habisan untuk klub dan para penggemar. Itulah yang menjadi fondasi utama.”
Pelatih asal Jerman itu juga menyoroti pentingnya permainan kolektif dan kepercayaan diri yang terus meningkat di skuatnya. “Bagi saya, hal terpenting adalah mampu menang sambil menerapkan gaya permainan kami. Ketika tim bermain kompak seperti di final ini, saya yakin prospek ke depan akan sangat cerah,” tambahnya.
Baca juga : Komite Teknokrat Palestina Mulai Terbentuk di Tengah Ketegangan Pasca-Gencatan Senjata
Gelar ini menjadi modal berharga bagi Barcelona di paruh kedua musim 2025/2026, terutama menuju persaingan ketat di LaLiga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Kemenangan atas Real Madrid tidak hanya menambah trofi, tetapi juga memperkuat optimisme bahwa proyek pembangunan kembali tim di era Flick sedang berada di jalur yang tepat.
Barcelona kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya dengan momentum positif, sementara Real Madrid harus segera bangkit untuk menjaga asa di kompetisi domestik dan Eropa. El Clásico edisi ini sekali lagi membuktikan bahwa persaingan kedua raksasa Spanyol masih menyuguhkan drama dan kualitas sepak bola kelas dunia.
Pewarta : Vie

