RI News. Lampung Barat – Hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga sore hari Selasa (17/3/2026) memicu dua bencana alam sekaligus di Kabupaten Lampung Barat. Banjir bandang melanda Dusun Bumi Jaya Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, sementara longsor menutup bahu jalan nasional di Gunung Pasir, Kecamatan Sukau. Kedua peristiwa ini terjadi tepat di hari-hari terakhir Ramadan, meninggalkan kerugian materiil dan ancaman keselamatan bagi warga serta pengguna jalan.
Di Dusun Bumi Jaya Hantatai, luapan Sungai Way Bulok akibat curah hujan ekstrem menyusup hingga ke pemukiman warga dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Banjir bandang itu menyapu satu unit dapur milik Bapak Ibrahim hingga hanyut total. Tak hanya itu, lima karung kopi milik Bapak Ahmad Sadikin ikut rusak terendam, sementara sepuluh rumah warga lainnya terdampak genangan dan material lumpur. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian ekonomi kecil-kecilan ini cukup menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat setempat yang mengandalkan pertanian dan perdagangan kopi.

Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Tim Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dikerahkan untuk melakukan asesmen awal dan penanganan darurat. Hanya dalam waktu tiga jam, air mulai surut. Sejak saat itu, tim BPBD bergandengan tangan dengan warga melakukan gotong royong membersihkan material banjir sekaligus memasang bronjong pengaman tebing sungai. Logistik kebutuhan dasar pun langsung disalurkan kepada keluarga-keluarga yang terdampak, meringankan beban mereka di tengah suasana ibadah Ramadan yang hampir berakhir.
Di lokasi berbeda, tepatnya di Ruas Jalan Nasional Lintas Liwa-Muara Dua kawasan Gunung Pasir, Kecamatan Sukau, tanah longsor merobohkan bahu jalan dengan lebar tujuh meter dan kedalaman 15 meter. Material longsor langsung mengganggu arus lalu lintas, meski jalur utama masih bisa dilalui secara bergantian. Pusdalops PB segera menugaskan Satuan Tugas Tim Reaksi Cepat (TRC) terdekat untuk melakukan penyisiran dan pengamanan lokasi. Koordinasi pun dilakukan dengan Polsek setempat dan Dinas Perhubungan untuk memasang rambu peringatan.
Baca juga : Gubernur Luthfi “Blusukan” ke Pasar Gede Solo: Harga Cabai Mulai Turun, Pasokan Lebaran 2026 Dijamin Aman
Tim BPBD yang berada di lapangan terus dipantau langsung oleh aparat kepolisian dan staf Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah V Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung. Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Wilayah Lampung Barat, Ir. Pahlia Putra, ST., MT., menegaskan langkah penanganan darurat yang telah diambil. “Untuk sementara, kami pasang rambu peringatan yang jelas, pertebal garis batas aman dengan police line, serta pasang pembatas karung pasir agar air tidak mengalir ke area longsor. Tujuannya agar pengendara merasa aman saat melintas,” ujarnya.
Ir. Pahlia Putra menambahkan bahwa arus lalu lintas masih bisa dilalui, namun ia mengimbau seluruh pengendara roda dua maupun roda empat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Tanah di lokasi ini masih labil. Kami khawatir terjadi longsor susulan yang dapat membahayakan pengguna jalan. Mohon berhati-hati dan kurangi kecepatan saat melewati titik ini,” tegasnya.
Hingga Rabu pagi (18/3/2026), kedua lokasi bencana masih dalam pemantauan ketat BPBD Kabupaten Lampung Barat. Warga di Dusun Bumi Jaya Hantatai berharap hujan tidak kembali deras, sementara pengguna jalan nasional diimbau mematuhi rambu peringatan demi keselamatan bersama. Dua kejadian ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di musim peralihan tetap menjadi prioritas utama di wilayah rawan bencana seperti Lampung Barat.
Pewarta : Atalinsyah

