RI News. Pasaman – Kobaran api kembali mengguncang ketenangan warga di kawasan pedesaan Kabupaten Pasaman. Jumat dini hari (20/2/2026), kebakaran melanda sebuah rumah di Banda Sianik, Jorong Ampang Gadang, Kenagarian Panti Selatan, Kecamatan Panti. Insiden ini menghanguskan seluruh isi rumah semi permanen beserta satu unit sepeda motor, dengan estimasi kerugian material mencapai Rp350 juta.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasatpol PP dan Damkar) Kabupaten Pasaman, Yusrizal, menyampaikan bahwa laporan pertama kali diterima sekitar pukul 01:11 WIB melalui panggilan telepon darurat ke posko pemadam. Pelapor adalah seorang warga setempat bernama Adek (36).
“Tim langsung diberangkatkan pukul 01:12 WIB. Meski lokasi kejadian berjarak sekitar 18 kilometer dari pos terdekat, petugas berhasil tiba di tempat dalam waktu sepuluh menit,” ujar Yusrizal saat ditemui Jumat pagi.
Rumah yang terbakar merupakan bangunan permanen seluas sekitar 80 meter persegi milik Tampis (54), seorang sopir angkutan sehari-hari. Api tidak hanya melahap struktur bangunan, tetapi juga menghanguskan satu unit sepeda motor merek Beat, mesin jahit, kulkas, lemari, serta berbagai perabot rumah tangga lainnya.

Meskipun rumah tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Situasi cepat terkendali berkat respons sigap petugas gabungan.
Untuk memadamkan api, Damkar Pasaman mengerahkan dua unit armada utama, yaitu truk Hino Dutro dan Fuso, didukung 12 personel gabungan—enam orang dari Pos Lubuk Sikaping dan enam lainnya dari Pos Padang Gelugur. Pemadaman intensif berlangsung sekitar satu jam, hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya pukul 02:30 WIB.
Yusrizal menjelaskan bahwa api sempat membesar pada tahap awal, namun dalam 20 menit pertama sejak upaya pemadaman dimulai, situasi sudah dinyatakan aman dan terkendali. Tidak ada penyebaran ke rumah-rumah tetangga berkat penanganan cepat di lapangan.
Baca juga : Kasdim 0730/Gunungkidul Pimpin Korve Massal: Disiplin Dimulai dari Kebersihan Markas
Hingga Jumat siang, penyebab pasti kebakaran masih belum terungkap. Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan mendalam untuk menentukan faktor pemicu, apakah kelalaian listrik, kompor, atau sumber lainnya.
Kasatpol PP dan Damkar Pasaman mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. “Selalu periksa instalasi listrik secara rutin, hindari penggunaan peralatan elektronik secara berlebihan, dan pastikan kompor gas dimatikan dengan benar setelah digunakan. Pencegahan jauh lebih baik daripada menangani musibah,” pesan Yusrizal.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa rentannya kawasan pemukiman pedesaan terhadap ancaman kebakaran, terutama di malam hari ketika sebagian besar warga sedang terlelap.
Pewarta: Mayang Sari

